Anang Hermansyah usai hadir dalam sesi diskusi RUU Permusikan di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, pada Senin, 4 Februari 2019 (Foto: Medcom.id/Shindu Alpito)
Anang Hermansyah usai hadir dalam sesi diskusi RUU Permusikan di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, pada Senin, 4 Februari 2019 (Foto: Medcom.id/Shindu Alpito)

Anang Hermansyah dan PAPPRI Sepakat RUU Permusikan Dikaji Ulang

Hiburan Kisruh RUU Permusikan
Purba Wirastama • 12 Februari 2019 10:29
Jakarta: Anang Hermansyah bersama asosiasi musisi PAPPRI sepakat agar naskah akademis dan draf RUU Permusikan dikaji ulang bersama seluruh pemangku kepentingan. Mereka menawarkan diri untuk menjadi fasilitator diskusi tersebut.
 
"PAPPRI membuka ruang untuk memfasilitasi upaya pengkajian ulang bila diperlukan terhadap naskah akademik dan draf RUU Permusikan," tulis pernyataan resmi PAPPRI, sebagaimana dibacakan pengacara dan Sekjen PAPPRI Johny Maukar di kawasan Matraman, Senin, 11 Februari 2019.
 
Bens Leo, pengamat musik dan humas PAPPRI, menyebut bahwa sebagian besar praktisi musik yang bersuara di seputar polemik ini telah memiliki titik temu, yaitu kajian ulang atas RUU.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Awalnya) musisi menolak adanya RUU Permusikan ini tanpa kompromi. Sepekan belakangan, hal itu bergeser. Musisi independen muncul, meminta agar RUU ini dikaji ulang dari awal, dibedah lagi, setelah itu kalau perlu diganti dari awal dan melibatkan semua pihak, termasuk indie dan label besar," kata Bens.
 
"Pengkajian ulang dari awal menjadi titik temu agar kita bisa punya aturan yang mumpuni dalam menjalankan profesi ini," sambung Anang, Ketua Harian PAPPRI dan sekaligus anggota komisi X DPR pengusul undang-undang tersebut.
 
Menurut Anang, kelembagaan PAPPRI sudah ada di 27 provinsi. Karena cakupan itu, mereka merasa mampu menjadi jembatan penghubung antara berbagai kalangan praktisi musik di setiap daerah. Sekjen PAPPRI Johny Maukar menyatakan mereka bersedia menjadi tuan rumah musyawarah besar.
 
"Kalau mau bikin musyawarah besar di sini, mari kita pikirkan. PAPPRI bersedia untuk memfasilitasi," kata Johny.
 
Waktu kerja Anang di parlemen tinggal tujuh bulan lagi sebelum digantikan Caleg terpilih lainnya pada Oktober 2019. Kendati begitu, dia menyatakan punya komitmen untuk memperjuangkan profesi musisi diakui secara resmi.
 
"Saya tidak berhenti untuk memperjuangkan profesi saya. Jadi, masukan ini menjadi ilmu ketika nanti berjalan lagi, toh saya akan jadi seniman lagi, saya akan tampil di pertunukan lagi. Kebetulan usaha istri saya maju sehingga saya bisa ke mana-mana. Saya akan terus berjuang sehingga profesi ini mendapat pengakuan yang baik," kata Anang.
 
Diskusi tentang masalah RUU Permusikan masih berlangsung di berbagai daerah. Kebanyakan menolak draf rancangan undang-undang ini dan meminta agar kajian naskah akademis dilakukan ulang secara terbuka agar masalah paling mendesak dan luas tentang musik bisa dipetakan.
 
Naskah akademis dan draf RUU Permusikan, yang kini mendapat protes, sebenarnya sudah jadi sejak Agustus 2018 dan beredar secara terbatas di kalangan PAPPRI, sebelum akhirnya dibuka ke publik pada Januari 2019.

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi