Memadukan antara musik tradisional dan elektronik, konser itu sukses digelar pada Sabtu 23 Februari 2019. Djaduk Ferianto selaku pendiri mempersembahkan lagu-lagu terbaru Kuaetnika sebagai bentuk semangat musisi Indonesia dengan keberagaman alat musik.
Kemeriahan konser itu juga hadir dari dialog yang ditampilkan antara Djaduk (baby boomers) dengan dua host (milenial). Percakapan mereka di atas panggung berisi seputar perang antara generasi, yang mengundang gelak tawa dari penonton. Kritik atas budaya kembali dihadirkan dengan menyinggung hal-hal yang sudah dianggap lumrah seperti: memotret setiap kegiatan yang dilakukan oleh milenial.
"Kian lama, nada dan melodi indah ini semakin jarang terdengar di telinga kita, khususnya generasi muda. Berangkat dari hal tersebut, kami mencoba melakukan inovasi menyajikan aransemen dengan menambahkan unsur modern," ujar Djaduk saat dijumpai di Graha Bhakti Budaya.

Album Sesaji Nagari menjadi tanda usia Kuaetnika yang ke-23 yang turut menuai dukungan dari Bakti Budaya Djarum Fondation. Sekaligus gelaran tempat yang sama saat awal penampilan mereka pada 1996. Renatasari Adrian, Program Director PT Djarum mengungkap bahwa penampilan ini akan menjadi kejutan yang unik dan inspiratif bagi penikmat seni.
"Sebuah harmoni yang unik dan indah dapat didengar oleh penikmat seni. Tak hanya itu saja, Kuaetnika juga memadukan dan mengeksplorasi alat musik tradisi dengan mainan anak-anak dan bahkan peralatan dapur," ucap Renata.
Lagu yang ada di album tersebut di antaranya, Sesaji Nagari, Ulan Andung-Andung, Batanghari, Kadal Nangak, Lalan Belek, Doni Dole, Anak Khatulistiwa, Made Cenik, Sigule Pong dan Air Kehidupan merupakan beberapa aransemen ulang dari lagu daerah oleh Djaduk sebagai bentuk potensi besar milik nusantara.
"Kami harap, inovasi yang kami lakukan dapat menyelaraskan semangat ke-Indonesia-an dari ujung barat hingga ujung timur, merekatkan kembali apa yang disebut Indonesia dan mengingat kembali menjadi orang Indonesia yang menghargai keberagaman," ucap Djaduk yang mengungkap semangat dalam bermusik menjadi musisi Indonesia

Sebelum ditutup, konser itu mengundang aktor dan sutradara senior Slamet Rahadrjo untuk memotong Nasi Tumpeng yang menandakan konser ini resmi digelar. Konser kedua Sesaji Nagara akan segera di gelar pada 10 Maret 2019 di Concert Hall Taman Budaya, Yogyakarta. (Mardinal Afif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News