Banyak pengguna mungkin lebih familier dengan bunyi penggalan lagunya daripada judul aslinya. Padahal, sound tersebut berasal dari lagu Sunda berjudul “Oncom Gondrong” yang dipopulerkan oleh Bungsu Bandung.
Lagu lawas ini kembali menarik perhatian setelah beredar dalam berbagai versi remix dengan irama yang lebih modern. Popularitasnya memperlihatkan bagaimana lagu yang sudah berusia puluhan tahun bisa kembali dikenal oleh pendengar generasi baru.
Lagu Aslinya Berjudul Oncom Gondrong
“Oncom Gondrong” merupakan lagu berbahasa Sunda yang dipopulerkan oleh Bungsu Bandung pada 1987. Lagu ini juga dikenal sebagai karya ciptaan Mang Memed.Judul tersebut mungkin terdengar unik bagi pendengar yang baru mengenalnya. Namun, isi lagunya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya pekerjaan dan aktivitas ekonomi.
Salah satu bagian ceritanya menggambarkan kehidupan pedagang makanan tradisional yang menjual berbagai gorengan. Cerita tersebut kemudian disandingkan dengan kehidupan pegawai kantoran yang memperoleh gaji secara berkala.
Sound “Jena Jena” Viral
Salah satu bagian yang mudah dikenali dari lagu ini adalah pengulangan bunyi “ajen ajen” yang disambung dengan “he liki liki liki”. Penggalan tersebut menjadi bagian yang sering diingat pengguna media sosial, bahkan oleh orang yang belum mengetahui judul lagunya.Ketika digunakan berulang kali dalam video pendek, sebuah potongan musik dapat lebih dikenal daripada lagu secara keseluruhan. Hal serupa terjadi pada “Oncom Gondrong”, yang kembali mendapat perhatian melalui berbagai konten TikTok dan Instagram.
Selain versi aslinya, lagu ini juga hadir dalam sejumlah aransemen ulang dengan sentuhan musik elektronik atau remix. Perubahan aransemen membuat lagu lama tersebut terdengar berbeda bagi pendengar masa kini.
Punya Makna Mendalam
Di balik potongan yang terdengar jenaka, “Oncom Gondrong” memiliki cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Liriknya menyinggung perbedaan antara pegawai kantoran yang menerima gaji bulanan dan pedagang yang mengandalkan hasil penjualan setiap hari.Perbedaan tersebut menghadirkan gambaran sederhana mengenai cara orang memperoleh penghasilan. Ceritanya dikemas dalam lagu berbahasa Sunda dengan pengulangan bunyi yang membuatnya mudah dikenali.
Karena itu, popularitas “Oncom Gondrong” bukan hanya soal potongan audio yang ramai di media sosial. Lagu ini juga memperkenalkan kembali salah satu karya musik Sunda kepada pendengar yang mungkin sebelumnya belum pernah mendengarnya.
Jadi, kalau kamu kembali menemukan sound “jen ajen ajen” atau “jena jena” di FYP, lagu yang dicari adalah “Oncom Gondrong” dari Bungsu Bandung. Lagu yang dirilis pada 1987 ini membuktikan bahwa karya musik lama masih bisa mendapatkan perhatian baru lewat tren digital.
(Vira Farhatul Maula)