Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Foto: Instagram @guruh_soekarno_putra)
Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Foto: Instagram @guruh_soekarno_putra)

Mahakarya Guruh Soekarnoputra dari Layar Lebar Hingga Panggung Megah

Elang Riki Yanuar • 26 September 2026 12:21
Ringkasnya gini..
  • Wafatnya Guruh Soekarnoputra meninggalkan warisan karya seni multidimensi yang tak hanya melingkupi lagu populer, tetapi juga penataan musik film.
  • Almarhum mencatatkan namanya dalam sejarah sinema lewat penataan musik film legendaris seperti Gita Cinta dari SMA dan Untukmu Indonesiaku!.
  • Kreativitasnya dalam menggabungkan unsur musik, tarian, dan sinematografi menjadikan karya-karya ciptaannya abadi dan dicintai lintas generasi.
Jakarta: Dunia seni pertunjukan dan industri kreatif Indonesia diselimuti duka mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB.

Putra bungsu Proklamator Bung Karno dan Ibu Fatmawati ini menghembuskan napas terakhirnya pada usia 73 tahun di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.

Kepergian sosok yang lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953 ini terjadi setelah ia melewati masa perawatan medis intensif akibat penurunan kondisi kesehatan yang memburuk secara drastis dalam beberapa pekan terakhir.

Sentuhan Emas dalam Layar Lebar dan Musik Film Indonesia

Selama hidupnya, dedikasi Guruh di dunia seni tidak hanya terbatas pada panggung musik populer, tetapi juga merambah ke industri layar lebar tanah air. Pada era 1970-an hingga 1980-an, ia dipercaya menjadi penata musik untuk berbagai film layar lebar ikonis yang hingga kini masih menjadi sejarah penting sinema Indonesia.

Karya-karyanya mewarnai film-film romansa populer seperti "Gita Cinta dari SMA" (1979), "Puspa Indah Taman Hati" (1979), dan "Roman Picisan" (1980). Tidak hanya itu, ia juga menggarap penataan musik untuk film kolosal budaya dan sejarah seperti "Untukmu Indonesiaku!" (1980) serta "Sembilan Wali" (1985).
   

Deretan Lagu Legendaris yang Dikenal Lintas Generasi

Sebagai seorang komposer dan pencipta lagu, kejeniusan Guruh dalam merangkai nada dan lirik telah melahirkan banyak mahakarya populer.

Lagu-lagu ciptaannya seperti "Kala Cinta Menggoda", "Zamrud Khatulistiwa", "Lenggang Puspita", "Melati Suci", hingga "Simfoni Cinta" sukses dibawakan oleh jajaran penyanyi ternama Indonesia dan terus diaransemen ulang oleh musisi generasi baru.

Lewat lirik yang puitis serta nada yang catchy namun anggun, lagu-lagu ciptaannya menjadi soundtrack kehidupan bagi berbagai generasi pendengar musik Indonesia.

Eksperimen Musik Revolusioner dan Panggung Pagelaran Kolosal

Selain musik film dan lagu pop, puncak eksperimen kebudayaan Guruh tercatat saat ia membentuk grup Guruh Gipsy pada 1977, yang berhasil menggabungkan musik progressive rock dengan gamelan Bali. Ia kemudian mendirikan Guruh Soekarnoputra Production dan kelompok seni Swara Maharddhika yang melahirkan pagelaran-pagelaran tari kolosal bergaya megah.

Dedikasi tanpa batas dari sang maestro dalam menggabungkan musik, film, dan seni tari Nusantara ini meninggalkan rekam jejak estetik yang akan terus dikenang sebagai khazanah budaya bangsa.
(Dinda Intan  Ramadhani)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA