Poster Tolak RUU Permusikan (Foto: Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan)
Poster Tolak RUU Permusikan (Foto: Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan)

RUU Permusikan Ditarik dari Prolegnas

Hiburan Kisruh RUU Permusikan
Cecylia Rura • 18 Juni 2019 12:40
Jakarta: Koalisi Nasional Tolak Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan mengabarkan naskah RUU Permusikan resmi dibatalkan dari daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) RUU Prioritas 2019, Senin, 17 Juni 2019.
 
"Teman-teman, ada berita baik bahwa RUU Permusikan telah resmi ditarik DPR dari daftar Prolegnas RUU Prioritas 2019 pada pukul 17.00 WIB hari ini #BersamaBatalkanRUUPermusikan," bunyi cuitan akun Twitter @kntlruup.
 
Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan turut mengapresiasi partisipasi, desakan, dan suara pendukung penarikan RUU Permusikan yang muncul sejak Februari 2019. Dalam cuitan @kntlruup, setidaknya terkumpul 313.519 suara dalam petisi penolakan RUU Permusikan dari berbagai daerah di Indonesia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polemik naskah RUU Permusikan dimulai sejak Februari 2019 saat Komisi X DPR RI mengajukan RUU Permusikan. Dalam draf terakhir yang dibagikan ke publik rilisan 15 Agustus 2018 ada sejumlah pasal yang dianggap pasal karet seperti pasal 5 dan 50 tentang kebebasan musisi dalam berkekspresi dan dapat menjadi bumerang bagi musisi yang aktif menyuarakan nilai-nilai sosial.
 
Lalu pada pasal 31-35 tertulis tentang adanya uji kompetensi bagi pelaku musik sebagai standar kelaikan musisi dengan ketetapan dari pemerintah. Musisi akan mendapatkan pengakuan profesional ketika lulus uji kompetensi dari lembaga sertifikasi yang mendapatkan izin negara. Selanjutnya dalam pasal 36-39 membahas tentang pentingnya sertifikasi untuk honorarium dan status kompetensi pelaku musik.
 
Pada pasal 42-43 membahas tentang apresiasi pelaku bisnis terhadap pelaku musik melalui pemutaran musik-musik tradisional di bidang usaha mereka seperti restoran, hotel, dan tempat hiburan. Dalam laporan Medcom.id Februari lalu, Wendi menilai pasal ini terlalu mengada-ada dan terlalu dipaksakan.
 
Dalam rencana selanjutnya, Wendi Putranto, manajer band Seringai yang juga bagian dari Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan menyuarakan RUU Permusikan akan mengadakan rapat bersama para pemangku kepentingan di bidang musik sore ini.
 
"Ada rapat bersama dengan Koalisi Seni Indonesia kemudian dengan KAMI Musik, kemudian dengan perwakilan Slank dan juga mungkin perwakilan Anang untuk membahas. Sebenarnya bukan tim baru yang merumuskan naskah RUU Permusikan tapi kita mau membahas langkah selanjutnya yang melanjutkan musyawarah musik nasional," terang Wendi saat dihubungi Medcom.id melalui sambungan telepon, Selasa, 18 Juni 2019.
 
Tindak lanjut ini sebagai musyawarah hal apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh para musisi dan apakah sebenarnya sudah terpenuhi dalam pasal-pasal lain dalam kitab Undang Undang Dasar.
 
"Kita sebenarnya dari industri musik, stakeholder di industri musik belum tahu apakah kita butuh atau RUU Permusikan. Jangan-jangan regulasi yang lain yang sudah ada sudah cukup. Cuma yang belum itu penegakan hukumya," jelas Wendi.
 
Pertemuan ini tak lagi melibatkan pihak Komisi X DPR RI, mengingat pergantian anggota legislatif baru akan dilakukan pada Oktober nanti.
 

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif