"Terakhir saya lihat wakil rakyat menguap. Itu peristiwa yang musikal sekali. Menguap itu (seolah) mengumpulkan energi untuk berpikir atau untuk tidur?" kata Djaduk kepada media usai menggelar konser 'Gending Djaduk' di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (13/8/2014).
Inspirasi itu kemudian melahirkan komposisi musik yang diberi judul 'Angop'.
"Menguap dalam bahasa Jawa 'angop'. Saya melihat mulut yang menganga. Seakan kekosongan yang menelan apa saja. Inilah peristiwa yang membangun imajinasi untuk saya terjemahkan dalam komposisi ini. Lobang yang menganga silih berganti menyerupai not-not yang tersusun secara kontemporer. Tetapi peristiwa 'angop' bisa dimaknai sebuah jeda untuk membangun energi baru, penghantar kesadaran untuk masuk ke dalam kelelapan tidur," tulis Djaduk dalam penjelasan repertoar musik yang dibawakannya.
Djaduk secara blak-blakan menceritakan bahwa dirinya juga terinspirasi peristiwa buang air besar (BAB). Momen BAB, menurut Djaduk, adalah peristiwa musikal yang tidak disadari oleh manusia.
"Saya sering berlama-lama (kalau BAB), karena ide saya pada saat itu muncul. Kalau saya menemukan nada, biasanya saya panggil istri saya. Saya suruh mencatat nada yang saya dapatkan (saat BAB)," ujar Djaduk.
Djaduk bersama grup musik bentukannya, Kua Etnika, baru saja menggelar konser dalam rangka merayakan ulang tahun Djaduk ke-50. Pada pentas yang digelar di Graha Bhakti Budaya itu, Djaduk bersama Kua Etnika membawakan 10 repertoar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News