"Gue mewakili industri gue, teman-teman sebagai seniman, musisi, pasti berdampak. Nol bahkan," ucap Didi Riyadi dalam Ngobras Spesial Medcom.id.
"Ibaratnya teman-teman musisi baik yang grup band atau penyanyi solois, benar-benar enggak ada. Kalau pun ada, maksudnya tidak sebanding uang yang masuk dengan yang keluar," tambahnya.
Penggebuk drum Element ini bahkan membuat surat terbuka untuk Presiden Jokowi. Ia memerhatikan perekonomian para pekerja seni di tengah pandemi, termasuk mereka yang mencari nafkah di industri musik.
Ia menekankan, kebijakan serta penerapannya masih tidak jelas alias blunder. Didi menanyakan bagaimana pemerintah menangani situasi pandemi untuk perekonomian masyarakat yang terkena dampak.
"Karena aturan demi aturan, tapi itu tidak solutif bagi gue. Jadi hanya aturan saja, awalnya PSBB, lalu PPKM darurat. Yang kemarin ini membuat gue makin concern adalah adanya wacana PPKM darurat ini diperpanjang," jelasnya.
Didi sangat ingin membicarakan hal tersebut tidak hanya dengan Presiden Jokowi. Namun, juga bersama Menko Polhukam (Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Erick Thohir.
"Di situasi pandemi ini kan cenderung fokusnya ke yang terpapar, keluar data-data yang positif sekian banyak, lalu ada angka kematian, tapi ini kan bukan hanya yang terpapar saja. Bagaimana dengan yang terdampak, karena yang masih hidup banyak," tuturnya.
"Solusinya apa? Ketika ruang gerak dibatasi, enggak tahu ya apakah ini istilah halus dari lockdown, gue enggak tahu, namanya bisa berubah apa saja. Ketika tidak produktif, roda ekonominya tidak berjalan. Solusi untuk yang ini apa?" pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News