Vokalis SteelHeart, Miljenko Matijevic (Foto: dok. Steelheart)
Vokalis SteelHeart, Miljenko Matijevic (Foto: dok. Steelheart)

Eksklusif: Sudah Tak Muda Lagi, Vokalis SteelHeart: Aku Masih Berteriak seperti Orang Gila

Elang Riki Yanuar • 28 Juli 2026 22:30
Ringkasnya gini..
  • Miljenko Matijevic masih mempertahankan vokal tinggi khas SteelHeart di usia 61 tahun dan belum berniat mengurangi energinya di atas panggung.
  • Dukungan penggemar menjadi alasan Miljenko Matijevic terus bermusik setelah lebih dari 35 tahun berkarier bersama SteelHeart.
  • Pernah mengalami kecelakaan panggung yang nyaris merenggut nyawa, Miljenko tetap berkarya demi menyentuh hati penggemar lewat musik.
Jakarta: Di usia yang tak lagi muda, Miljenko Matijevic masih mempertahankan karakter vokalnya yang menjadi ciri khas SteelHeart sejak era 1990-an. Penyanyi dengan jangkauan vokal empat oktaf itu mengaku belum berniat mengurangi intensitas penampilannya di atas panggung. 
 
Dalam wawancara bersama Medcom.id, vokalis SteelHeart tersebut mengatakan bahwa banyak orang mungkin mengira kemampuannya akan menurun seiring bertambahnya usia. Namun, kenyataannya justru berbeda. Penyanyi 61 tahun itu masih tampil dengan energi yang sama seperti saat awal berkarier.
 
"Yah, maksudku, aku masih berteriak seperti orang gila. Tapi, kau tahu, aku merasa, seiring bertambahnya usia, aku tidak yakin apakah semua orang ingin mendengar kau benar-benar berteriak, semakin tua kau," kata Miljenko tertawa kepada Medcom.

Penyanyi yang akrab disapa Mili itu menyebut aksinya bernyanyi dengan suara tinggi di usia sekarang mungkin terlihat sedikit aneh bagi sebagian orang. Meski begitu, hal itu tidak membuatnya mengubah gaya bernyanyinya.
 
"Aku tidak tahu. Itu bisa terlihat agak aneh. Kau mengerti maksudku?" ujarnya sambil tertawa.
Miljenko kemudian menegaskan bahwa kondisi fisiknya masih memungkinkan untuk membawakan lagu-lagu SteelHeart dengan karakter vokal yang sama seperti dulu. Dia mengaku baru saja tampil di Los Angeles dan tetap mengeluarkan suara tinggi yang menjadi identitasnya.
 
"Tapi tidak, aku masih... maksudku, kami ada pertunjukan Jumat malam di Los Angeles. Dan aku masih berteriak seperti orang gila. Bukan begitu. Ya, ayo kita berjingkrak-jingkrak," ungkapnya.
 
Karier Miljenko memang dikenal sebagai salah satu yang paling panjang di dunia rock. Selama lebih dari 35 tahun, penyanyi kelahiran Zagreb, Kroasia, itu tetap menjadi wajah SteelHeart dengan suara tinggi yang masih mampu memukau penggemar di berbagai negara.
 
Perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Pada 1992, Miljenko mengalami kecelakaan panggung yang hampir merenggut nyawanya setelah tertimpa rangka baja saat konser di Denver, Amerika Serikat. Cedera serius pada wajah dan tulang belakang memaksanya menjalani rehabilitasi selama empat tahun sebelum akhirnya kembali menghidupkan SteelHeart.
 
Meski pernah mengalami cedera yang nyaris mengakhiri kariernya, Miljenko tidak kehilangan semangat untuk terus bermusik. Dia menyebut alasan terbesar yang membuatnya tetap berkarya berasal dari para penggemar yang terus memberikan dukungan melalui berbagai pesan dan komentar.
 
"Aku hanya ingin terus berkarya. Yang membuatku terus berkarya adalah mendengar hal-hal menakjubkan dan indah yang orang-orang katakan di kolom komentar, hal-hal yang orang-orang katakan tentangku," tuturnya.
Baginya, pencapaian terbesar sebagai seorang musisi bukanlah sekadar penjualan album atau jumlah penonton konser. Dia merasa bahagia ketika musik yang diciptakannya mampu menyentuh kehidupan orang lain.
 
"Jika aku menyentuh hati orang-orang, dan aku mampu mengubah hidup mereka, entah itu membuat mereka tersenyum, membuat mereka menangis, apa pun itu, dan mereka menceritakannya kepadaku, itu membuatku terus berkarya. Aku tidak bisa berhenti, tidak bisa berhenti melakukannya. Itulah keindahan dari menciptakan musik, yaitu menyentuh hati orang-orang," kata Miljenko.
 
Respons para penggemar juga selalu menjadi energi baru Miljenko untuk terus berkarya. Selama masih ada orang yang menikmati musik SteelHeart, Mili merasa memiliki alasan untuk terus naik ke atas panggung.
 
"Aku tidak bisa berhenti melakukannya. Kecuali semua orang berhenti dan mengatakan mereka tidak suka caraku bernyanyi, dan mereka tidak suka aku menciptakan musik, dan mereka pikir aku payah. Baiklah, kalau begitu aku akan mencari pekerjaan di Starbucks," tutupnya sambil tertawa.
 

 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA