Laleilmanino (Foto:Medcom/Basuki)
Laleilmanino (Foto:Medcom/Basuki)

Laleilmanino Usung Nuansa Klasik di Soundtrack Film Na Willa

Basuki Rachmat • 11 Maret 2026 07:00
Ringkasnya gini..
  • Laleilmanino dipercaya menggarap soundtrack film Na Willa lewat lagu “Sikilku Iso Muni” yang terinspirasi dari adegan penting karakter Dul.
  • Soundtrack Na Willa menghadirkan nuansa musik vintage era 1960-an dengan sentuhan ragtime dan jazz khas karya Laleilmanino.
  • Laleilmanino berharap lagu “Sikilku Iso Muni” memberi dampak positif tanpa memasang ekspektasi tinggi seperti kesuksesan soundtrack sebelumnya.
Jakarta: Trio produser dan penulis lagu Laleilmanino kembali dipercaya untuk menggarap soundtrack film. Kali ini, mereka mengisi musik untuk film anak terbaru berjudul Na Willa, karya sutradara Ryan Adriandhy yang diproduksi oleh Visinema Pictures.
 
Dalam sesi jumpa pers film Na Willa yang digelar di Epicentrum XXI pada Selasa, 10 Maret 2026, trio yang digawangi oleh Arya Aditya Ramadhya (Lale), Ilman Ibrahim, dan Anindyo Baskoro (Nino) membagikan cerita di balik proses kreatif lagu berjudul “Sikilku Iso Muni.”
 
Nino menjelaskan bahwa lagu tersebut terinspirasi dari salah satu adegan penting dalam film yang berkaitan langsung dengan karakter Dul yang diperani oleh aktor cilik Azamy Syauqi.

"Lagunya ini bercerita tentang satu adegan yang spesifik. Adegan dimana Dul akhirnya terlihat kakinya berganti dengan kaki palsu. Dan berulang kali Anggia bilang tentang jargon 'Sikilku Iso Muni' ini penting banget di dalam buku ini. Akhirnya kita coba untuk bikin lagu berangkat dari situ," ungkap Nino.
 
Untuk memperkuat nuansa cerita dalam film, Laleilmanino juga menghadirkan pendekatan musikal yang terinspirasi dari era 1960-an. Mereka mencoba membangun atmosfer vintage yang selaras dengan dunia yang ingin ditampilkan dalam Na Willa.
"Mereka pengen bikin moodnya, suasananya seperti vintage, klasik tahun 60-an. Itu dimana akhirnya kita membuat musik yang sedikit bunyinya. Genre-nya tuh ragtime. Dan ada suasana jazznya juga era-era 60-an," lanjutnya.
 
Proses pengerjaan lagu tersebut pun tergolong cepat di tahap awal. Menurut Nino, versi pertama bahkan selesai hanya dalam hitungan jam sebelum akhirnya mengalami beberapa revisi.
 
"Versi pertama kita bikin dalam waktu beberapa jam. Kita kirim, terus kemudian ternyata mereka ngasih beberapa notes. Akhirnya kita bikin ulang. Nah, bikin ulangnya itu mungkin sampai jadi, akhirnya total-total mungkin sekitar semingguan," ungkap Nino mewakili para personel.
 
Sebelumnya, mereka menghadirkan lagu “Selalu Ada di Nadimu” untuk film JUMBO (2025) dan sukses membawa pulang piala Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2025 untuk kategori Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik.
 
Sebelumnya, Laleilmanino juga sukses menghadirkan lagu “Selalu Ada di Nadimu” untuk film Jumbo (2025). Lagu tersebut bahkan berhasil meraih penghargaan di Anugerah Musik Indonesia 2025 untuk kategori Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik.
 
Meski demikian, ketika ditanya mengenai harapan apakah “Sikilku Iso Muni” bisa mengikuti kesuksesan lagu sebelumnya, mereka memilih untuk menanggapi dengan bijak.
"Balik lagi, kami nggak pernah menaruh ekspektasi berlebihan terhadap karya kami. Kami selalu mendoakan karya kami bisa memberikan dampak keluar dan kedalam juga gitu ke kami," ungkap Nino.
 
"Jadi apapun bentuk impactnya nanti pasti akan kami syukuri. Jadi moga-moga bisa memberikan sesuatu yang baik untuk Indonesia. Thank you," tutupnya penuh harap.
 

 

 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA