Indra Lesmana (Foto: Antara)
Indra Lesmana (Foto: Antara)

Kenangan Indra Lesmana Diantar Benny Likumahuwa Sekolah Setiap Hari

Dhaifurrakhman Abas • 09 Juni 2020 14:26
Jakarta: Musisi Indra Lesmana berduka atas kepergian sosok Benny Likumahuwa yang meninggal pada Selasa 9 Juni 2020. Indra mengenang bagaimana bagaimana dia bisa mengenal seniornya tersebut.
 
"Aku memanggilnya mas Ben. Mas Ben tinggal di rumah kami dari tahun 1977 sampai akhir 1979," kata Indra melalui Instagram @indralesamana, Selasa 9 Juni 2020.
 
Indra dekat dengan sosok Benny karena ayahnya, Jack Lesmana, pernah membentuk band bernamanya bernama Jack Lesmana Combo. Karena kedekatan tersebut, Benny sering bertandang ke rumah rekan sesama musisi tersebut dan menginap di sana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mas Ben tidur sekamar dengan aku. Setelah beberapa lama setiap mas Ben harus pergi ke Bandung aku enggak mau tidur sendirian. Aku menjadi sangat dekat dengan mas Ben," papar dia.
 
Indra melanjutkan, sedaei kecil, Benny lah yang menjadi orang yang sering mengantarkannya ke sekolah, nyaris setiap hari. Dia juga mengenang seniornya itu sangat piawai dalan urusan menulis indah.
 
"Mas Ben antar aku sekolah hampir setiap hari, tapi kalau hujan deras mas Ben putar balik dan aku jadi enggak sekolah. Mas Ben tulisannya bagus, jadi hampir semua lagu yang ayah ku aransemen, pecahan part-nya mas band yang nulis. Aku pun menyontek cara mas Ben menulis, sampai sekarang enggak pernah bisa serapi dan sebagus tulisan mas Ben," kenang Indra.
 
Sejak kecil, Indra juga sering diajak Benny mendengarkan lagu dari piringan hitam bersama-sama. Piringan hitam tersebut mereka dapatkan dari hasil belanja di Jalan Surabaya.
 
"Mas Ben dan aku sering dengerin piringan hitam bersama di kamar tidur kami. Kita sering belanja vinyl di jalan Surabaya. Yang jual namanya Pak Silalahi," papar dia.
 
Ketika dewasa, Indra mengaku sering bermusik bersama dengan Benny. Mereka kerap tampil di Taman Ismail Marzuki (TIM) hingga bar hotel.
 
"Sejak saya mulai bisa main piano, kita sering bermusik bersama. Baik di acara rutinnya Ayah di TIM atau setiap minggu malam di pendopo bar hotel Borobudur," tutur Indra.
 
Sayangnya kedekatan mereka mesti terhalau oleh jarak. Sekitar akhir tahun 1979, Indra beserta keluarganya terpaksa pindah ke Australia karena urusan pekerjaan dan pendidikan. Hal itu kontan membuat Indra merasa haru meninggalkan Benny.
 
"Aku sangat sedih harus berpisah sama mas Ben. Tapi untung masih bisa ketemu setiap aku ada jadwal manggung di Indonesia," ucap dia.
 
Lima tahun berselang, Indra dan keluarganya kembali ke Tanah Air di tahun 1984. Indra dan Benny kemudian kembali berjumpa ketika ayahnya, Jack Lesmana, membuka sekolah musik Farabi Forum Musik Jack dan Indra Lesmana di Indonesia.
 
"Akhirnya aku bisa bersama mas Ben kembali," ucap dia.
 
Indra menyebut, masih banyak kenangan indah yang dilaluinya bersama Benny tanpa bisa diwakilkan lewat tulisan. Sebab itu, dia berdoa agar sosok yang sudah dianggapnya sebagai abangnya sendiri itu bisa diterima di sisi tuhan.
 
"Sekarang mas Ben sudah pergi meninggalkan kita semua. Tapi mas Ben akan selalu mempunyai tempat khusus di hati aku dan sejuta kenangan indah akan selalu ada di sepanjang hidupku. Selamat jalan abangku, selamat jalan mas Ben, may you rest in love," tandas Indra.
 
 
 
(ELG)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif