"Saya mengingatnya sebagai salah satu guru besar saya, sebagai 'Tuhan' saya. Untuk itu, saya persembahkan, I Will Remember Jimmy," ucap Tony dari atas panggung di Brava Radio Hall (Hall C1) JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 3 Marer 2018.
Saat beraksi, Tony kerap mengeluarkan suara bergumam di sela permainan keyboard-nya
Tony merupakan murid dari musisi Afrika-Amerika Jimmy Smith yang kental dengan warna musik klasik. Tony sendiri mulai bermain keyboard di usia 8 tahun.
Tony Monaco (Foto: medcom/cecylia)
Selesai mempersembahkan sebuah lagu untuk sang mentor, Tony, Cendi, dan Oele membawakan satu buah lagu, Road Song.
"Guitar player dan organ, kita hidup bersama. Jazz seperti ini bekerja keras karena banyak yang dilakukan," bunyi sepatah kata Tony sambil memainkan Road Song.
Pada kesempatan ini, Tony berbagi musikalisasi dengan Cendy dan Oele yang juga melakukan improvisasi solo pada masing-masing instrumen yang dipegang.
.jpg)
Oele Pattiselanno (Medcom/Cecylia)
Tony yang kerap mengeluarkan suara bergumam tampak begitu ekspresif. Musik jazz yang dimainkan seolah mendarah daging. Pada setiap tempo dan ritme yang memuncak, Tony ikut bergoyang dari balik keyboard.
Tony begitu menikmati kolaborasinya bersama Cendi dan Oele di Java Jazz International Festival kali ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News