"Kondisinya menurun karena punya masalah dengan diabetes dan ginjalnya juga, jadi papa sudah cuci darah dari 2018 cuma masih bisa beraktivitas " kata Barry di rumah duka, Ciputat, Tangerang Selatan, dikutip Antara, Selasa 9 Juni 2020.
Menurut Barry, kondisi sang ayah terus menurun sejak April lalu. Terkhusus semasa diterapkannya anjuran PSBB semasa pandemi virus korona.
"Yang paling bikin dia drop itu saat PSBB sih," papar Barry.
Barry mengatakan, sejak pandemi virus korona, dirinya jarang bertemu dengan ayahnya. Sebab, ia takut membawa virus jika datang menemui ayahnya di kediamannya.
"Jadi lama banget saya belum bisa ke sini, makin menurun April, Mei dan Juni. Kita juga enggak mau paksain karena perjalanannya sudah panjang, kehidupannya juga sudah luar biasa banget jadi saya merelakan aja karena ini pasti yang terbaik," jelas Barry.
Kondisi Benny terus menurun selama PSBB hingga akhirnya musisi legenda Tanah Air itu menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa 9 Juni 2020 pukul 08.30 WIB. Barry masih sempat video call dengan ayahnya malam sebelum meninggal dunia, meskipun kondisinya sudah tidak sadarkan diri
"Mama saya sama kakak saya yang perempuan (yang menemani). Hari Sabtu kemarin masih ketemu, kita makan bareng, dia semangat makan, kemarin malam dan hari minggu masih video call. Kalau ngobrol terakhir hari minggu tapi semalam sudah enggak sadar, karena saya pikir pengaruh obat soalnya emang jadwalnya dia cuci darah," ujar Barry.
Lebih lanjut, Barry mengataian, ayahnya akan dimakamkan besok, 10 Juni 2020. Dia akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) daerah Jombang, Tangerang Selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News