Pusakata dan Hadad Alwi
Pusakata dan Hadad Alwi

Kolaborasi Pusakata dan Haddad Alwi di “Menghitung” Sarat Pesan Spiritual

Agustinus Shindu Alpito • 10 April 2026 16:13
Ringkasnya gini..
  • Lagu “Menghitung” lahir dari perenungan bersama Haddad Alwi tentang kasih sayang Allah yang lebih besar dari dosa manusia.
  • Percakapan spiritual tersebut menginspirasi refleksi untuk tidak hanya memahami, tapi juga merasakan cinta dan kelembutan Allah.
  • “Menghitung” mengajak pendengar bersyukur atas hidup, kini sudah tersedia di semua platform musik digital sejak 10 April 2026.
Jakarta: Sebuah percakapan sederhana di siang hari menjadi titik awal lahirnya lagu “Menghitung”, karya terbaru dari Pusakata (proyek solo Is), hasil kolaborasi dengan Haddad Alwi.
 
Dalam pertemuan tersebut, ide lagu tidak langsung dibahas. Sang penulis memilih untuk mengawali dengan percakapan mendalam terlebih dahulu. Dari situlah muncul refleksi spiritual yang kemudian menjadi fondasi utama lagu ini.
 
“Mas Is, Allah itu menciptakan manusia untuk dibahagiain lho. Kita ini manusia diciptakan Allah SWT untuk dibahagiakan,” ujar Haddad Alwi dalam perbincangan tersebut.

Ia kemudian melanjutkan pemikirannya tentang hubungan manusia dengan Tuhan. Menurutnya, selama ini manusia cenderung terfokus pada dosa-dosa yang dimiliki, sehingga terus-menerus memohon ampun dan pertolongan.
 
Namun, dalam perenungan terbarunya, ia melihat sisi lain yang lebih mendalam.
 
“Tetapi belakangan ini Abi berpikir bahwa kasih sayang-Nya Allah, pertolongan-Nya Allah, cinta-Nya Allah dan kelembutan Allah lebih besar daripada dosa-dosa kita. Meski belum tentu saat ini kita dalam kondisi lebih baik, atau lebih banyak dosanya. Kenapa kita tidak belajar merasakan cinta-Nya Allah, bukan hanya sekadar mengerti dan memahami bahwa Allah Maha Penyayang, Maha Pengasih, Maha Pengampun, Maha Pemaaf, Maha Lembut,” katanya.
 
Pernyataan tersebut menjadi momen reflektif yang membekas. Kesadaran muncul bahwa manusia sering kali hanya mengenal Tuhan melalui nama-nama-Nya, tanpa benar-benar merasakan kehadiran kasih sayang-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
 
Padahal, menurutnya, cinta dan kasih sayang Tuhan hadir dalam setiap detik kehidupan—bahkan di masa-masa paling sulit sekalipun.
 
Dari perenungan itulah lahir judul “Menghitung”. Lagu ini dimaknai sebagai proses refleksi atas segala hal dalam hidup: apa yang dimiliki, yang sedang dijalani, yang telah hilang, hingga yang akan datang.
 
Melalui lagu ini, pendengar diajak untuk lebih sadar dan bersyukur, dengan “menghitung” kembali berbagai nikmat yang kerap luput disadari.
 
Lagu “Menghitung” telah resmi dirilis dan tersedia di berbagai platform musik digital sejak 10 April 2026.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA