Boomerang yang berdiri pada 8 Mei 1994 itu, kini beranggotakan Hubert Henry Limahelu (bass & backing vokal), Faried Badjeber (drum), Tommy Maranua (gitar) dan Andi Babas (vokal).

Foto: Metrotvnews.com / Adi Waluyo
Bulan Juni 2014 lalu, Boomerang mengeluarkan album baru "Harmonis Tidak Seragam". Album ke-10 Boomerang ini berisi 14 lagu baru yang digarap dengan warna musik yang berbeda dengan album-album sebelumnya. Boleh dibilang, album ini merupakan perpaduan antara musik grunge, ballad dan alternative. Bahkan dari sound, lirik maupun beat-nya terdengar lebih modern.
Proses pembuatan album ini memakan waktu satu tahun, sedangkan untuk rekaman hanya sebulan di studio. Dengan kemajuan teknologi, sebuah band dapat menyusun materi lagu walaupun tak sering bertemu. "Kita tinggal berjauhan, jadi kalau ada usulan materi tinggal kirim lewat internet. Pas mau masuk studio sudah jadi lagu, jadi enggak buang-buang waktu," kata Tommy.
Fans Boomerang yang senang dengan balada khas Boomerang akan langsung nyambung dengan lagu "Tetapkan Hatimu" dari album anyar Boomerang. Lagu itu sempat diputar secara serempak di lebih dari 50 stasiun radio di seluruh tanah air beberapa waktu lalu. Klik: Konser Boomerang dan Power Slaves, Rock n' Roll Tak Ada Matinya
Foto: Metrotvnews.com / Adi Waluyo
"Kita cuma mau bikin sesuatu yang fresh saja. Musik di album ini ngikutin mood kita, mengalir seperti air," jelas Andi Babas soal warna musik yang berbeda-beda di album itu.
Babas mengaku kalau dia awalnya hanya membantu Boomerang saja. Sambutan penonton atas penampilan perdananya bersama Boomerang di JIExpo Juni 2013, cukup buat meyakinkan personel lainnya kalau Babas memang vokalis yang pas untuk menggantikan Roy.
Dengan timbre vokal ala Eddie Vedder, ditambah attitude yang bersahaja layaknya rocker tulen, Babas bakal jadi idola baru musik rock tanah air. "Saya ini bekas pemain bass, makanya dipanggil Babas," celetuknya menjelaskan nama panggilannya.

Foto: Metrotvnews.com / Adi Waluyo
Membahas soal fenomena 'rock n' roll is dead', seperti yang dibicarakan musisi luar negeri belum lama ini, Faried sang drummer mengatakan, kalau sebetulnya yang mati itu segi penjualan rekaman. Bukan cuma rock saja, tetapi juga dialami oleh musisi-musisi yang bukan rock. Penjualan album musisi sekarang memang cenderung menurun. Klik: Tanggapan Slash Soal Pernyataan Rock n' Roll Telah Mati
"Kalau kita, melihat dari sisi kita sebagai seniman. Band-band rock yang baru terus bermunculan, orang yang jaga di studio bisa jadi saksi, kalau antrinya panjang buat bikin demo," tandas Faried.
Di mana saja dan kapan saja, memang akan selalu ada orang yang mendengarkan lagu-lagu rock dari band kesukaan mereka. Akan ada anak-anak muda yang belajar musik dengan giat sambil berharap suatu saat nanti akan jadi bintang rock terkenal. Klik: Power Slaves Rilis Album Baru Tahun Depan.


Foto: Metrotvnews.com / Adi Waluyo
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News