Ruth Garcia (Foto: dok. Ruth Garcia)
Ruth Garcia (Foto: dok. Ruth Garcia)

Ruth Garcia Rilis "Tak Ingin Salahkan Cinta", Lagu tentang Luka, Pengkhianatan, dan Memilih Memahami

Agustinus Shindu Alpito • 29 Juni 2026 08:35
Ringkasnya gini..
  • Ruth Garcia merilis "Tak Ingin Salahkan Cinta", lagu baru yang mengangkat luka pengkhianatan dari sudut pandang penuh empati dan refleksi.
  • Lewat "Tak Ingin Salahkan Cinta", Ruth Garcia memilih mengisahkan pengkhianatan dengan pendekatan memahami, bukan menyalahkan.
  • Ruth Garcia membuka babak baru perjalanan musiknya lewat "Tak Ingin Salahkan Cinta", single tentang luka, cinta, dan kedewasaan menerima kenyataan.
Jakarta: Penyanyi Ruth Garcia membuka babak baru dalam perjalanan bermusiknya melalui single terbaru berjudul "Tak Ingin Salahkan Cinta". Lagu yang menjadi bagian dari proyek extended play (EP) tersebut mengangkat tema yang jarang dibahas dalam lagu-lagu bertema perselingkuhan, yakni sudut pandang seorang perempuan yang memilih memahami perempuan lain yang juga mencintai pasangannya.
 
Single ini melanjutkan benang merah cerita yang telah dibangun Ruth lewat dua rilisan sebelumnya, "Oh Cinta" dan "Belah Hati". Jika lagu pertama menggambarkan manisnya jatuh cinta dan lagu kedua berbicara tentang upaya mempertahankan hubungan, maka "Tak Ingin Salahkan Cinta" hadir sebagai babak baru yang penuh konflik.
 
"Betul. Ini babak lanjutan dari kisah cinta itu. 'Tak Ingin Salahkan Cinta' ini layaknya plot twist dalam sebuah kejadian. Kadang cinta nggak mulus jalannya. Banyak konflik dan twist," ungkap Ruth Garcia.

Mengangkat Perspektif yang Jarang Diangkat

Alih-alih menghadirkan kemarahan kepada sosok orang ketiga, Ruth memilih pendekatan yang lebih reflektif. Ia menulis lagu sebagai sebuah surat yang berusaha memahami perempuan lain yang terlibat dalam hubungan tersebut.

Menurut Ruth, sudut pandang tersebut lahir dari berbagai pengalaman dan pengamatan yang ia kumpulkan selama ini.
 
"Aku ambil sudut pandang ini dari banyak sisi. Aku banyak dengar cerita ini dari orang lain, aku nonton film dengan kisah sama, bahkan dulu juga ada masanya aku di posisi itu. Semuanya aku rangkum jadi sebuah cerita general dengan sudut pandang yang jarang diangkat—yaitu memaafkan dan memahami wanita yang jadi orang ketiga," jelasnya.
 
Bagian verse kedua menjadi salah satu bagian yang paling personal dalam lagu tersebut.
 
"Di bagian itu aku lagi menyampaikan kalau aku juga relate dengan keinginan dia dicintai, namun bukankah seharusnya tidak perlu ada satu pun yang terluka atau pun tersiksa karena berbagi cinta," ungkap Ruth.
 
Meski mengusung tema memaafkan dan memahami, Ruth menegaskan bahwa hal tersebut bukan berarti menghilangkan rasa sakit.
 
"Justru itu yang paling sulit dari lagu ini. Di lagu ini aku nggak sedang marah atau menyalahkan siapa-siapa, tapi bukan berarti aku nggak terluka," aku Ruth.
 
"Aku mencoba menulis lirik yang menunjukkan bahwa seseorang bisa memilih untuk menjadi the bigger person—bukan dengan membalas atau membenci, melainkan dengan mencoba memahami sudut pandang orang lain, meskipun dirinya sendiri sedang tersakiti."
 
"Menurut aku, memahami seseorang bukan berarti rasa sakitnya hilang. Di lagu ini, aku ingin menunjukkan bahwa dua perasaan itu bisa hadir bersamaan."

Tantangan Menahan Emosi di Balik Lagu

Pendekatan emosional tersebut turut memengaruhi cara Ruth membawakan lagu ini. Berbeda dari lagu bertema perselingkuhan yang umumnya dibawakan dengan ledakan emosi, Ruth justru memilih menahan ekspresi amarah.
 
"Saat rekaman, aku juga nggak ingin terdengar terlalu marah atau terlalu emosional. Aku membawakannya seperti seseorang yang sudah menerima kenyataan dan berusaha mengerti semua yang terjadi, tapi di dalam hatinya masih ada sedih yang belum benar-benar hilang," jelasnya.
 
"Biasanya orang membawakan lagu tentang perselingkuhan dengan emosi yang besar, marah, atau penuh kekecewaan. Tapi di lagu ini aku justru mencoba menahan emosi itu. Aku ingin terdengar seperti seseorang yang sedang berbicara dari hati ke hati, bukan sedang meluapkan amarah. Jadi tantangannya adalah bagaimana tetap menyampaikan rasa sakit tanpa harus terdengar meledak-ledak."
 
Suasana emosional tersebut juga terasa selama proses rekaman di Passion Vibe Compound, Jakarta. Ruth mengaku membutuhkan waktu sebelum mulai merekam vokalnya.
 
"Selama recording aku butuh satu jam untuk menenangkan tangisan dulu karena kebawa suasana dan sedihnya saat masuk ke lagu ini," kenangnya.

Tetap Mengusung Pop Retro

Secara musikal, "Tak Ingin Salahkan Cinta" masih mempertahankan warna pop retro yang telah menjadi identitas Ruth sejak dua single sebelumnya.
 
"'Tak Ingin Salahkan Cinta' masih bernuansa pop retro seperti dua lagu aku sebelumnya, 'Oh Cinta' dan 'Belah Hati'. Aku ingin mengangkat tema nostalgia untuk lagu-laguku agar pendengarku bisa ditarik lagi ke era 90–2000an," ungkap Ruth.
 
Lagu ini ditulis bersama Kaleb J dan Belanegara Abe, yang juga kembali dipercaya sebagai produser.
 
Ruth mengungkapkan ide awal lagu tersebut berangkat dari keinginannya menyampaikan isi hati kepada sosok yang pernah menjadi orang ketiga.
 
"Aku bilang ke Kaleb, pengen deh tulis lagu untuk orang ketiga. Isinya mau seperti isi hatiku kepadanya karena aku rasa masih ada yang ganjel kalau nggak dicurahkan. Sampai akhirnya kita nulis lagu ini," kisah Ruth.
 
Selama proses produksi, Kaleb J dan Belanegara Abe disebut banyak membantu Ruth menggali emosi yang dibutuhkan dalam lagu tersebut.
 
"Mereka lebih ngarahin aku soal pembawaan dan coba masuk ke dalam lagunya seperti emang lagi ngomong dengan orang itu. Banyak arahan ke arah emosi," jelas Ruth.
 
Bagi Ruth Garcia, "Tak Ingin Salahkan Cinta" bukan sekadar lagu tentang patah hati. Lagu ini juga menjadi refleksi mengenai kedewasaan dalam memandang hubungan dan menerima bahwa hidup tidak selalu berjalan dalam hitam dan putih.
 
"Mungkin karena semakin bertambah usia, aku semakin sadar kalau hidup nggak selalu hitam dan putih. Nggak semua orang yang menyakiti kita adalah orang jahat, dan nggak semua keadaan sesederhana siapa yang benar dan siapa yang salah. Aku belajar bahwa kadang kita nggak akan menemukan ketenangan kalau terus mencari siapa yang harus disalahkan. Lagu ini lahir dari pemikiran itu," ungkapnya.
 

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA