Bima Ayman Modjo (Foto: Instagram @aymanmodjo)
Bima Ayman Modjo (Foto: Instagram @aymanmodjo)

Lirik dan Makna Lagu "Rindu yang Lirih" - Bima Ayman Modjo, tentang Rindu dan Takut Terluka Lagi

Agustinus Shindu Alpito • 27 Oktober 2026 12:00
Ringkasnya gini..
  • Bima Ayman Modjo, putra vokalis Sheila on 7, Duta, resmi memulai perjalanan musiknya melalui single debut berjudul Rindu yang Lirih.
  • Dikemas dengan nuansa pop dan sentuhan synthesizer, Rindu yang Lirih menggambarkan perasaan seseorang yang belum sepenuhnya mampu melepaskan kenangan
  • Meski ingin membuka kembali lembaran tersebut, ia khawatir luka yang pernah dirasakan akan terulang.

Jakarta: c, putra vokalis Sheila on 7, Duta, resmi memulai perjalanan musiknya melalui single debut berjudul Rindu yang Lirih. Dirilis pada 23 Oktober 2026 di bawah naungan Embassy Records, lagu ini mengangkat cerita tentang kerinduan terhadap masa lalu yang bercampur dengan ketakutan untuk kembali terluka.

Dikemas dengan nuansa pop dan sentuhan synthesizer, Rindu yang Lirih menggambarkan perasaan seseorang yang belum sepenuhnya mampu melepaskan kenangan bersama orang terkasih. Di satu sisi, ia masih ingin bertemu dan memperbaiki hubungan. Namun, pengalaman sebelumnya membuatnya ragu untuk kembali berharap.

Makna Lagu 'Rindu yang Lirih'

Secara garis besar, Rindu yang Lirih bercerita tentang seseorang yang berusaha menyimpan kenangan indah dari hubungan masa lalu. Meski ingin membuka kembali lembaran tersebut, ia khawatir luka yang pernah dirasakan akan terulang.

Kerinduan dalam lagu ini tidak digambarkan sebagai perasaan yang sepenuhnya membahagiakan. Ada pergulatan batin antara keinginan untuk kembali bersama dan keputusan untuk melindungi diri dari kekecewaan.

 

Hal itu membuat tokoh dalam lagu memilih menyimpan kenangan sebagai bagian dari masa lalu. Namun, perasaan yang masih tertinggal menunjukkan bahwa melupakan seseorang tidak selalu bisa dilakukan dengan mudah.

Lirik Lagu 'Rindu yang Lirih'

Sempat kututup lembar
ingatan indah canda kita
Terkadang ingin membuka
tapi takut masih luka

Kusimpan rapi semua
yang dulu engkau beri
Cukup jadi memori
karena takut berharap lagi

Dan hari ini
aku masih juga memilih
Tenggelam dalam rindu yang lirih
Semoga kelak sampai suatu hari
Punya nyali bertemu lagi

Kusimpan rapi semua
yang dulu engkau beri
Cukup jadi memori
karena takut berharap lagi
Setiap kali harus
lewati rumah itu
Dada berbisik untuk
coba mengetuk pintu
Kuyakin rasa ini
masih seperti dulu
Tapi harus beradu
dengan rasa ragu

Dan hari ini
aku masih juga memilih
Tenggelam dalam rindu yang lirih
Semoga kelak sampai suatu hari
Punya nyali bertemu lagi
Terus coba menata hati
untuk jadi dewasa
Untuk bisa bersama
berdua menua

Hariku terasa semakin berat
Tak ada langit tempat berbagi penat
Sunyi dan gelisah menjadi teman

Dan hari ini
aku masih juga memilih
Tenggelam dalam rindu yang lirih
Semoga kelak sampai suatu hari
Punya nyali bertemu lagi
Terus coba menata hati
untuk jadi dewasa
Untuk bisa bersama
berdua menua

Sempat kututup lembar
ingatan indah canda kita
Terkadang ingin membuka
tapi takut masih luka

(Annisa Julinah)



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA