Andreah bercerita bahwa dirinya pernah datang ke Jakarta untuk mengikuti kompetisi matematika pada saat umurnya masih 15 tahun.
“Saya masih 15 tahun, pada saat itu saya ke Jakarta untuk mengikuti kompetisi matematika” kata Andreah kepada Medcom.id.
Pada saat itu Andreah hanya fokus belajar untuk kompetisi matematika dan belum bisa menikmati pesona Jakarta.
“Saya menghabiskan waktu di sekolah (belajar) dan saya mengikuti ujian, kemudian saya pulang. Jadi saya belum terlalu menikmati Jakarta, pada saat itu saya hanya melakukan ujian,” lanjut Andreah.
Berawal dari gadis pintar yang beranjak dewasa menjadi penyanyi, Andreah masih menyeimbangkan kehidupannya antara pendidikan dan kegemarannya. Saat ini Andreah masih menjalani perkuliahannya seperti biasa dengan jurusan psikologi.
“Saya suka menyeimbangkan antara pendidikan, hobi dan renjana saya di musik. Menurut saya pendidikan itu sangat penting karena bisa membuka banyak jalan untuk masa depan. Dan juga saya sangat suka belajar hal baru, jadi saya pelajari psikologi,” ujarnya.
Yang paling penting menurut Andreah adalah untuk memiliki renjana sendiri dan mengikutinya selagi bisa menyeimbangkan keduanya.
“Tapi menurut saya yang paling penting adalah memiliki renjana dan mengikuti renjanamu. Renjana ku adalah musik,” lanjutnya.
(Raja Alif Adhi Budoyo)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News