Popularitas The Temper Trap tidak lepas dari keterlibatan mereka dalam soundtrack film drama romantis yang dibintangi Zooey Deschanel dan Joseph Gordon-Levitt, 500 Days of Summer.
The Temper Trap menempatkan singel Sweet Disposition dalam film itu. Lagu syahdu itu mampu melebur dengan baik dalam adegan film, hingga meninggalkan kesan bagi para penonton. Sejurus kemudian, lagu Sweet Disposition diburu.
Popularitas The Temper Trap mendapat tempat tersendiri bagi penggemarnya di Indonesia, tidak lain karena sang vokalis, Dougy Mandagi, adalah pria berdarah Indonesia.
Pekan lalu, Metrotvnews.com mendapat kesempatan bertemu Dougy, usai jumpa pers festival musik We The Fest 2016 yang juga akan mendatangkan The Temper Trap.
Dalam wawancara singkat, Dougy memberikan sedikit wejangan tentang karier internasional yang dijalaninya. Termasuk kemungkinan jejaknya diikuti oleh talenta-talenta musik dari Indonesia.
“Jadi, menurut gue, untuk menarik dunia internasional, jangan bikin lagu yang semua sama. Tapi harus tampil orisinil. Harus melakukan sesuatu yang datang dari jati diri kita sendiri. Mungkin menghadirkan sesuatu yang justru ada unsur Indonesia, mungkin ada unsur musik Indonesia, jadi unik untuk pendengar. Jadi mereka lebih tertarik. Itu menurut gue,” kata Dougy.
Saat ini, Dougy sudah tidak mengikuti perkembangkan industri musik di Indonesia. Tetapi, berdasarkan pengalaman dia waktu tinggal di Indonesia, musik populer di sini masih terdengar seragam. Menurut Dougy itu menjadi salah satu alasan, mengapa musik populer Indonesia kurang mendunia.
"Gue sudah lama banget enggak tinggal disini, jadi kalo band Indonesia, gue kurang tau siapa yang lagi naik daun. Cuma waktu gue masih tinggal di sini, musiknya kita itu gitu-gitu saja, semua sama.”
Selain Dougy, beberapa talenta musik Indonesia memang berhasil menembus pergaulan industri musik dunia, hingga kerap digaet untuk tampil di luar negeri. Di antaranya adalah gitaris Dewa Budjana dan Dwiki Dharmawan. Menurut Dougy, kesempatan untuk bisa unjuk gigi, atau bahkan membentuk grup musik internasional bukan hal mustahil pada era ini.
"Kalau soal gabung dengan band luar sih, saya rasa kesempatan itu pasti akan ada. Kita kan sekarang tinggal di zaman di mana orang mau ke luar negeri gampang, ke mana-mana gampang, jadi banyak orang Indonesia yang tinggal di luar negri, belajar di luar negri, dan banyak orangg Indonesia yang sangat berbakat main musik."
"Jadi saran saya yang mau bergabung dengan (komunitas industri musik) orang-orang luar adalah, bergabung, berbaur dan bergaul dengan orang luar. Masalahnya, orang Indonesia itu kalau studi di luar negeri, mainnya sama orang-orang itu terus, sama anak-anak Indonesia terus. Ya mungin perbedaan budaya dan bahasa jadi halangan, tapi kita harus mencoba.”
Dougy membentuk The Temper Trap bersama rekan-rekannya dari Australia dan cukup sukses secara pasar internasional. Hal itu ditandai dengan padatnya jadwal panggung mereka di Australia dan Eropa. Kini, mereka tengah menyiapkan album ketiga yang bertajuk Thick as Thieves yang akan dirilis 10 Juni mendatang
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News