Melalui “Nol”, Monkey To Millionaire menuangkan refleksi mereka terhadap berbagai fenomena yang berlangsung di sekitar. Wisnu Adji menuturkan bahwa garis pemisah antara sesuatu yang wajar dan janggal kini semakin sulit dibedakan, hingga menciptakan anomali yang justru terasa lumrah dalam kehidupan sosial. “Belakangan ini banyak sekali hal-hal abnormal yang terjadi. Tapi rangkaian tersebut justru dianggap sebagai sesuatu yang normal oleh banyak orang, dan begitu juga sebaliknya,” jelasnya.
Secara musikal, “Nol” menampilkan warna aransemen yang terasa lebih manis dibandingkan sebagian materi di The Golden Sound. Pilihan ini berangkat dari kerinduan bersama yang dirasakan para personel. “Ada keinginan mendalam untuk kembali mendengarkan lagu-lagu dengan rasa yang ‘ringan’, seperti yang dulu sering kami dengarkan. Idenya sesederhana itu, lalu dari sana kami mencoba menciptakan lagu yang bisa mengobati rasa tersebut,” lanjut Wisnu.
Monkey To Millionaire telah melewati beragam fase dalam perjalanan panjang bermusik mereka. Empat album penuh telah dirilis, mulai dari Lantai Merah (2009), Inertia (2013), Tanpa Koma (2017), hingga Bipolar (2019). Setelah lebih dari dua dekade berkarya, band ini merasa belum memiliki alasan untuk berhenti menciptakan musik.
Tidak ada target ambisius yang disematkan pada “Nol”. Bagi Monkey To Millionaire, single ini menjadi ruang untuk menyalurkan energi kolektif sekaligus sisi sentimental mereka, sembari menjaga konsistensi dalam berkarya. “Sederhana sebenarnya. Semoga lagu ini bisa sampai kepada para pendengar dan dinikmati sebagai karya yang utuh,” tutup Wisnu Adji.
Single “Nol” telah tersedia di berbagai platform musik digital sejak 23 Januari 2026. Lagu ini juga akan dibawakan secara langsung untuk pertama kalinya dalam showcase tunggal Monkey To Millionaire yang digelar pada Rabu, 4 Februari 2026, di Krapela, Row 9, Jakarta Selatan. Tiket showcase tersebut dapat diperoleh melalui kanal penjualan resmi.
Tentang Monkey To Millionaire
Monkey To Millionaire merupakan band trio asal Jakarta yang terbentuk pada 2004, berawal dari persahabatan semasa SMA antara Wisnu Adji (vokal, gitar) dan Aghan Sudrajat (bas). Nama mereka mulai dikenal luas setelah menjuarai ajang LA Lights Indiefest pada tahun yang sama. Raveliza resmi bergabung sebagai personel tetap pada 2022, setelah sebelumnya terlibat sebagai additional player sejak 2018.Sepanjang kariernya, Monkey To Millionaire telah merilis empat album penuh dan tiga EP, termasuk Self Titled, Strange Is the Song in Our Conversation, serta The Golden Sound. Dalam ranah visual, mereka telah menghasilkan 12 video klip dan satu video konser berdurasi lebih dari satu jam bertajuk Monkey To Millionaire – The Golden Sound Intimate Showcase. Rilisan terakhir mereka adalah perilisan ulang album Lantai Merah dan Inertia melalui kolaborasi dengan PHR Records.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News