Profesor Tjut Nyak Deviana (Foto: Adam Dwi)
Profesor Tjut Nyak Deviana (Foto: Adam Dwi)

Hari Musik Nasional

Refleksi Hari Musik Nasional, Terlalu Banyak Plagiarisme Musik di Indonesia

Hiburan musik indonesia Hari Musik Nasional
Agustinus Shindu Alpito • 09 Maret 2021 10:43
Jakarta: Setiap tanggal 9 Maret diperingati sebagai Hari Musik Nasional. Pada perayaan Hari Musik Nasional tahun ini, Shindu's Scoop menghadirkan wawancara bersama Profesor Tjut Nyak Deviana, seorang pedadgog musik yang menyelesaikan studi musik di Jerman, dan turut menyusun kurikulum perguruan tinggi musik di Jerman dan Swiss.
 
Dalam wawancara, Prof. Deviana menjabarkan salah satu penyakit kronis dalam dunia musik Indonesia, yaitu plagiarisme. 
 
"Prihatin setiap saya pulang ke Indonesia, kenapa ini musik di Indonesia malah 200 tahun mundurnya. Bukan mundur, tapi berada di tempat. Terlalu banyak plagiarisme di sini. Musik yang sudah ada di dunia dijiplak, setiap saya ke kafe musiknya di situ-situ saja top fourty, kreativitasnya kurang. ada satu dua tapi kurang terlihat di media," ujar Prof. Deviana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Prof. Deviana, semua dari akar permasalahan musik di Indonesia - dan juga akar dari permasalahan yang lain pula - adalah pendidikan.
 
"Akar permasalahannya adalah pendidikan, dan pemerintah yang kurang memperhatikan pendidikan. Semenjak pemerintahan orde baru. Waktu sebelumnya (orde lama), pendidikan baik."
 
"Yang kita butuhkan adalah kesadaran, dan mengetahui masalah utama kita adalah pendidikan. pendidikan. pendidikan secara luas, dari taman kanak-kanak sampai universitas. itu yang perlu dirombak. kurikulum harus dirombak. sekolah kejuruan harus ditingkatkan, karena manusia bakatnya beda-beda. jangan diseragamkan," sambung Prof. Deviana.
 
Dalam wawancara ini, Prof. Deviana juga menjelaskan salah satu "produk" musik Indonesia yang punya potensi besar pada etalase pasar musik dunia, yaitu keroncong dan dangdut. Namun, potensi itu bisa saja sia-sia bila dari pemerintah dan insan musik tidak memiliki kesadaran yang sama, juga visi yang sama untuk memproyeksikan kekayaan musik kita pada pasar yang lebih luas.
 
Prof. Deviana sendiri saat ini mendirikan perguruan tinggi musik bernama Daya Indonesia Performing Arts Academy di Jakarta. Dia memutuskan kembali ke Indonesia untuk turut memberikan sumbangsih pada pendidikan musik, setelah 26 tahun merantau ke Jerman dan Swiss. 
 
Shindu's Scoop episode Prof. Tjut Nyak Deviana tayang di YouTube Medcom.id, pada Selasa, 9 Maret 2021, pukul 19:00 WIB.
 
 
(ASA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif