Poster MV “Di Seberang” - Lomba Sihir (Foto: istimewa)
Poster MV “Di Seberang” - Lomba Sihir (Foto: istimewa)

Lomba Sihir Soroti Hidup Setelah Kehilangan dalam MV "Di Seberang"

Elang Riki Yanuar • 14 Juli 2026 17:56
Ringkasnya gini..
  • Lomba Sihir merilis MV Di Seberang yang mengangkat perjalanan hidup, kehilangan, dan pertanyaan tentang kematian.
  • Di Seberang menjadi pembuka menuju album deluxe Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi yang akan dirilis pada 4 September 2026.
  • Lewat musik rock energik dan lirik kontemplatif, Lomba Sihir berharap Di Seberang menjadi teman bagi pendengar menghadapi kehilangan.
Jakarta: Grup musik Lomba Sihir merilis sebuah video musik (MV) dari single terbaru “Di Seberang” yang menyoroti tentang perjalanan hidup setelah dipisahkan maut.  
 
“Di Seberang” merupakan gerbang menuju Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi yang akan dilepas pada 4 September mendatang. Album ini merupakan perpanjangan atau deluxe edition dari Obrolan Jam 3 Pagi, album kedua band asal Jakarta tersebut yang beredar pada tahun 2025.
 
Lagu ini telah dirilis Sun Eater pada 15 Juli 2026. “Di Seberang” ditulis oleh Natasha Udu (vokal), Rayhan Noor (vokal, gitar), Enrico Octaviano (drum), Tristan Juliano (kibor) dan Baskara Putra/Hindia (vokal) serta diproduseri oleh Lomba Sihir sendiri.

Mereka turut menghadirkan Rishanda Singgih sebagai pemain bas tamu dan menjadi perpaduan yang serasi antara lirik kontemplatif sekaligus mengharukan dengan musik rock energik dan bising.
 
Single terbaru ini berangkat dari pertanyaan-pertanyaan tentang kematian yang kerap muncul dalam keseharian para personel Lomba Sihir. 
Enrico mengatakan bahwa ide lagu itu bermula dari obrolan sederhana bersama pasangannya mengenai kemungkinan jika salah satu meninggal lebih dulu. 
 
Tristan menambahkan, diskusi tersebut kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai berbagai opsi dan rencana yang perlu disiapkan jika hal itu benar-benar terjadi.
 
“Di Seberang” pun ditulis beberapa bulan setelah album Obrolan Jam 3 Pagi dirilis pada tahun lalu. Secara musik, lagu ini membawa kembali sisi alternative rock yang lebih keras dan sarat riff gitar berdistorsi seperti “Seragam Ketat” dan “Nirrrlaba” dari album perdana Selamat Datang di Ujung Dunia (2021).
 
“Lagu ini benar-benar duduk bareng pengerjaannya. Setelah tahu topiknya apa, bikin komposisinya, baru di sesi berikutnya bawa ide untuk nada vokal dan lirik. Gue berusaha menyintesiskan apa yang sering Enrico ceritakan ke gue saat dia bicara tentang topik tersebut, dan muncullah liriknya,” akui Baskara Putra.
 
Album Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi akan berisi sejumlah lagu baru dengan tema yang lebih mendalam dan personal. Ide album ini muncul setelah para personel Lomba Sihir duduk bersama dan berdiskusi mengenai arah musik mereka selanjutnya. 
 
Dari perbincangan itu, mereka merasa masih banyak sisi dari Obrolan Jam 3 Pagi yang bisa dieksplorasi, terutama hal-hal yang lebih dekat dengan pengalaman pribadi.
 
“Saat memilih ‘Di Seberang’ sebagai single, salah satu pertimbangannya adalah karena secara musik menjadi pembuka yang tepat untuk Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi,” tambah Udu.
 
Lomba Sihir pun ikhlas membiarkan lagu “Di Seberang” menjadi milik bersama setelah dirilis. 
 
Menurut Enrico, sebuah karya tak lagi hanya menjadi milik penciptanya, tetapi juga menjadi bagian dari setiap pendengar yang menerimanya. Mereka berharap single ini dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi teman bagi para pendengar dalam menjalani keseharian mereka.
 

 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 

 

 

 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA