Bebe Rexha (Foto: dok. EMPIRE)
Bebe Rexha (Foto: dok. EMPIRE)

Bebe Rexha Rilis Album DIRTY BLONDE, Debut sebagai Musisi Independen

Basuki Rachmat • 17 Juni 2026 09:00
Ringkasnya gini..
  • Bebe Rexha merilis album DIRTY BLONDE, proyek independen pertamanya setelah berpisah dari Warner Music pada 2026.
  • DIRTY BLONDE menampilkan sisi paling personal Bebe Rexha lewat 13 lagu yang dibuat dengan kebebasan kreatif penuh.
  • Album terbaru Bebe Rexha menghadirkan kolaborasi dengan Faithless dan David Guetta, memadukan musik dansa serta kisah emosional.
Jakarta: Musisi multi-platinum Bebe Rexha resmi merilis album studio terbarunya bertajuk DIRTY BLONDE. Album ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier sang penyanyi karena menandai proyek perdananya sebagai musisi independen setelah berpisah dari label besar Warner Music pada Januari 2026.
 
Berisikan 13 trek, DIRTY BLONDE menghadirkan spektrum musikal yang luas, mulai dari anthem lantai dansa yang enerjik hingga lagu-lagu bernuansa intim yang merefleksikan sisi paling personal dari Bebe Rexha. Album ini sekaligus menjadi ruang bagi dirinya untuk berekspresi secara bebas tanpa batasan kreatif.
 
“Album ‘DIRTY BLONDE’ menjadi sangat monumental bagiku, bahkan lebih dari yang aku bayangkan. Membuat album ini mengingatkanku mengapa aku jatuh cinta dengan musik. Aku memiliki kebebasan untuk mengikuti instingku, mengambil risiko, dan membuat sesuatu yang rasanya benar-benar milikku,” ujar Bebe Rexha dalam siaran pers yang diterima Medcom.id pada Selasa, 16 Juni 2026.

“Album ini adalah aku yang sesungguhnya. Jujur, tanpa penyesalan, dan bebas," ungkapnya.
 
Keputusan Bebe untuk menjalani jalur independen turut membawanya bekerja sama dengan EMPIRE sejak awal 2026. Kolaborasi tersebut memberinya kendali penuh atas arah kreatif dan artistik yang selama ini ia dambakan sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu.
Kebebasan itu langsung terasa sejak lagu pembuka, "Hysteria". Dirilis lebih dulu pada 3 April lalu, lagu tersebut menjadi gerbang menuju semesta DIRTY BLONDE dengan energi eksplosif, vokal yang kuat, dan sentuhan produksi techno yang menghentak.
 
Nuansa album kemudian bergeser melalui "Tokyo". Di lagu ini, Bebe mengeksplorasi warna musik UK garage yang segar dan menunjukkan kemampuannya memadukan berbagai genre tanpa kehilangan identitas musikalnya.

Gandeng Grup Dance Faithless hingga DJ David Guetta 

Salah satu sorotan utama album ini hadir lewat "New Religion", kolaborasi bersama grup dance legendaris asal Inggris, Faithless. Lagu tersebut terinspirasi dari karya ikonik mereka, "Insomnia" (1995), yang diinterpretasikan ulang oleh Bebe menjadi lagu klub modern dengan sentuhan personal.
 
“New Religion adalah kebebasanku di lantai dansa. Lagu ini tentang membebaskan diri dan larut dalam musik. Saat aku menulisnya, aku sedang berada di titik yang buruk dalam hidupku dan menyadari bahwa musik adalah satu-satunya hal yang tidak pernah meninggalkanku,” ungkap Bebe.
 
“Ketika dentuman bass masuk, kamu bisa merasakannya di dada dan kembali merasa hidup. Aku berharap lagu ini membuat orang berdiri, berdansa, dan merasakan hidup kembali,” lanjutnya.
 
Memasuki pertengahan album, Bebe tampil semakin berani. Melalui "S.H.I.T.", ia terdengar tajam, spontan, dan tanpa kompromi. Sementara di "Çike Çike", ia menghadirkan nuansa house yang funky dan eksperimental, memperlihatkan keberaniannya mendorong batas-batas musikal yang selama ini melekat padanya.
Menjelang akhir album, Bebe membawa pendengar memasuki fase yang lebih introspektif. "Time" menghadirkan ketegangan emosional yang mengingatkan pada karya-karya terdahulunya, sedangkan "The Way I Want You" dipenuhi nuansa cinta dan kerinduan. Puncak sisi paling rapuh album ini hadir melalui "Nobody's There", sebuah lagu yang menggambarkan kesepian dan pergulatan batin secara jujur.
 
Sebagai penutup, Bebe menggandeng DJ sekaligus produser ternama David Guetta dalam lagu "Sad Girls". Lagu tersebut menjadi perayaan bagi mereka yang mampu mengubah luka menjadi kekuatan dan menjadikan lantai dansa sebagai ruang pelarian sekaligus penyembuhan.
 
"Ini adalah momen kita mengakui rasa sakit kita dan memilih untuk tetap berdansa," ungkap Bebe Rexha.
 
Melalui DIRTY BLONDE, Bebe Rexha menunjukkan bahwa kebebasan berkarya bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan kendali penuh atas musik, cerita, dan citra dirinya, ia menghadirkan proyek yang terasa paling jujur, paling personal, sekaligus paling berani sepanjang kariernya.
 
Tiga belas lagu, tanpa kompromi. Sebuah pernyataan artistik dari Bebe Rexha yang kini berdiri sepenuhnya atas namanya sendiri.
 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA