Jumpa pers konser Westlife Sam Poo Kong di PO Hotel Semarang, Jawa Tengah, Minggu 1 September 2019. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)
Jumpa pers konser Westlife Sam Poo Kong di PO Hotel Semarang, Jawa Tengah, Minggu 1 September 2019. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Panggung Westlife di Sam Poo Kong Emban Pesan Damai

Cecylia Rura • 01 September 2019 20:07
Semarang: Panggung Twenty Tour dari boyband Westlife berakhir di Kuil Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah pada Minggu, 1 September 2019.
 
Nilai multi kultur yang melekat pada persinggahan Laksamana Cheng Ho diharapkan ikut membawa pesan damai untuk Indonesia yang kini diramaikan momen kerusuhan melibatkan Papua.
 
"Yang paling menarik konser Westlife di Sam Poo Kong penuh message karena ada akulturasi tiga budaya, China, Jawa dan internasional. Jadi sebenarnya menggabungkan tiga karya. Saya kira ini message kondisi bangsa kita, teman-teman Papua, kita punya rasa yang sama," kata Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia di PO Hotel Semarang, Jawa Tengah, Minggu, 1 September 2019.

Pesan damai itu diamini Supriyatno, Direktur Utama Bank Jateng, intitusi yang menjadi rekan kerjasama Rajawali Indonesia menghadirkan Westlife di Semarang. Momen ini pun bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H.
 
"Tepat 1 Muharram di Sam Poo Kong, betapa toleransinya kita. Ini adalah persembahan dari Bank Jateng untuk Kota Semarang," kata Dirut Bank Jateng Supriyatno.
 
Seperti diketahui, bulan Agustus, momen kemerdekaan diwarnai kerusuhan di Malang, Surabaya, hingga Papua. Selain menyampaikan pesan damai, konser Westlife di Sam Poo Kong turut memuat misi memperkenalkan Kota Semarang.
 
"Kita punya niat baik melakukan branding terhadap Kota Semarang di tingkat internasional dengan cara diplomasi budaya di bidang musik," tutur Anas.
 
Persiapan konser diakui sudah 100 persen. Westlife masih memertahankan konsep Twenty Tour dengan riders kelas internasional. Westlife adalah musisi internasional pertama menggelar konser di Semarang. Anas berharap ada kerjasama lanjut untuk proyek tahunan.
 
"Saya yakin dengan adanya konser di Kuil Sam Poo Kong menjadi satu sejarah bahwa di Semarang perlu satu event yang sustainable tiap tahun di Sam Poo Kong," kata Anas.
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan