NEWSTICKER
Sampul album Transs Hotel San Vicente (Foto: Ist)
Sampul album Transs Hotel San Vicente (Foto: Ist)

Mengapa Band Bentukan Fariz RM "Transs" Hanya Melahirkan Satu Album?

Hiburan erwin gutawa fariz rm Shindus Scoop
Medcom • 08 Oktober 2019 14:27
Jakarta: Transs, band bentukan Fariz RM yang melibatkan para siswa SMA yang mendapat predikat pemain terbaik dalam festival band di era 1980-an, melahirkan album Hotel San Vicente, yang dianggap visioner pada era itu dan tetap relevan didengar pada masa kini. Salah satu personel Transs adalah Erwin Gutawa, yang memegang peranan sebagai bassist.
 
Tak lama setelah menelurkan album Hotel San Vicente pada tahun 1981, Erwin mengatakan mereka sudah mulai kehilangan fokus pada band karena dirinya mulai melanjutkan pendidikan ke Universitas Indonesia (UI), begitupun personel lainnya yang juga sibuk dengan perkuliahan.
 
"Kita pernah berapa kali main juga, nge-gigs, di Surabaya dan segala macem. Terus seinget gw, gak lama kemudian tuh gw masuk UI. Kepala gue dibotakin, temen-temen lain masuk kuliah, terus jadi punya kesibukan sendiri-sendiri," ungkap Erwin, pada program Shindu's Scoop, 7 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari situlah, band ini mulai merenggang. Erwin juga mengatakan bahwa keputusannya untuk benar-benar terjun ke dunia musik, belum sepenuhnya ia kejar karena tuntutan pendidikan.
 
Saat proses mereka berpisah, Erwin terus menjaga hubungan baiknya dengan Fariz RM yang saat itu terus berkarya dengan proyeknya seperti Symphony dan Superdigi.
 
"Banyak tuh band-band yang dia (Fariz) bentuk sebagai visi dan penyaluran dia dalam bermusik, karena kan dia banyak banget tuh idenya. Ya jadi gw masih berhubungan, bahkan masih bikin musik buat dia, juga berpartner di albumnya dia," ungkap Erwin.
 
Erwin mengungkapkan dirinya sudah bergelut dunia musik sejak SMP dimana dia belajar dari album Guruh Gipsy (1977) dan album Badai Pasti Berlalu (1977). Album Badai Pasti Berlalu membuat Erwin "kenal" Fariz RM meski lewat suara permainan drumnya.
 
"Kalau yang mau jadi musisi serius, pasti juga belajar dari album Badai Pasti Berlalu. Artinya mendengar, terus mencoba dan menirukan segala macam dan gw adalah salah satunya," kata Erwin.
 
Album Hotel San Vicente sempat dirilis ulang dalam format piringan hitam beberapa waktu lalu. Album versi piringan hitam itu juga diedarkan di pasar Jepang.
 
(Azhar Bagas Ramadhan)
 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif