The Bakutumbu sempat merilis album berbahasa daerah yang didistribusikan di luar Indonesia. Karena kesibukan masing-masing personelnya, grup ini memutuskan vakum. Ide kembalinya The Bakutumbu berawal dari semakin intensnya pertemuan 8Ball dengan personel The Bakutumbu, Agil.
"Sampai akhirnya Agil balik lagi ke Jakarta, dan dari sana muncul lagi semangat buat bangkitin The Bakutumbu. Ditambah beatmaker kami, Joano Kokan juga siap bantu kami di sela kesibukannya sebagai music producer," kata 8Ball saat berbincang dengan medcom.id.

Namun, tak semua personel lama The Bakutumbu bisa bergabung. Setelah berembuk, 8Ball dan Agil mengajak rapper muda seperti GBrand, Im Hafidz dan Keilandboi mengisi formasi baru The Bakutumbu.
"Karena ini adalah proyek alter ego dan juga sifatnya kolektif, sayang saja kalo The Bakutumbu harus "kelar" di tengah jalan, dan formasi lama juga enggak bisa gue pertahanin. Karena sifatnya yang kolektif itu tadi, bakal ada bongkar pasangnya, dan juga alasan lain seperti anggota yang sibuk atau enggak sepikiran lagi, bukan berarti ada gap, kami tetap berteman di luar proyek ini," jelasnya.
"Kebetulan Agil punya beberapa teman dekat dari Maluku, yang ngerap juga dan kariernya juga enggak main-main, dan mereka diajak untuk isi verse mereka di lagu The Bakutumbu yang terbaru. Gue sudah tahu dan kenal Gbrand duluan. Selain skill, gue juga perhatikan karakternya buat proyek ini. Ada tambahan Dino (Keilandboi), dan Hafids (Im Hafidz) dan pas kita coba ramu, boom! Gue puas sama hasilnya, karakter mereka kuat banget," paparnya.
Sebagai penanda kebangkitannya, The Bakutumbu merilis singel berjudul The Bakutumbu Returns. Gairah dan semangat baru dirasakan 8Ball ketika membuat lagu ini bersama formasi baru.
"Respons yang kami dapat lumayan baik, dari segi pendengar banyakan yang kangen sama warna The Bakutumbu terbayarkan sudah," katanya.

Selain menampilkan formasi baru, menurut 8Ball, The Bakutumbu mengalami perubahan dalam segi lirik. Mereka mulai mengurangi lirik-lirik menggunakan kata-kata kasar dan umpatan. Setelah The Bakutumbu Return, mereka pun sudah menyiapkan singel lain pada tahun 2018.
"Yang paling drastis diubah sejak ngumpul lagi, adalah pertama dari segi lirik, pemilihan kalimat di lirik, masih tetap eksplisit, tapi bebas 'umpatan'. Hal ini sudah disepakati bareng, sudut pandang kita soal berkarya tanpa batas itu bukan seperti yang sudah-sudah. Yang kedua, karena hadirnya anggota baru, warna musiknya lebih berinovasi," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News