Marjinal (Foto: instagram)
Marjinal (Foto: instagram)

Latar Belakang Mike dan Bob Marjinal Sebelum Menyelami Dunia Punk

Medcom • 31 Agustus 2022 12:24
Jakarta: Sejarah punk di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari nama grup musik Marjinal. Grup musik yang berdiri sejak tahun 1997 ini memiliki personel terdepan bernama Mike dan Bob. Keduanya memiliki alasan mengapa akhirnya menjadi seorang punk.
 
Marjinal sendiri merupakan grup musik punk yang terbentuk satu tahun sebelum reformasi Indonesia tahun 1998. Marjinal sendiri memiliki personel yang berubah-ubah. Walaupun begitu, terdapat nama Mikail Israfil atau yang lebih dikenal Mike dan Bobby Adam Firman yang kerap disapa Bob yang menjadi personel terdepan dari grup musik punk yang memiliki komunitas bernama Taring Babi.
 
Mike maupun Bob memiliki latar belakang berbeda yang akhirnya membuatnya memilih jalan hidup menjadi punk. Untuk Bob sendiri mengaku bahwa ia awalnya hanya menyukai musik bergenre punk, bahkan awalnya ia sangat tidak menginginkan berpenampilan seperti punk pada umumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dari awal gua itu dengerin musiknya tapi untuk punya rambut mohawk, tato, piercing itu amit-amit deh, sempat ngucap gitu. Karena gua juga korban, korban satu sistem kalau melihat orang yang menyimpang itu berbedalah, itu kayaknya aib. Tapi ternyata setelah ketemu teman-teman, ternyata ngomongin punk bukan tentang musik saja. Artinya di situ banyak pembelajaran, banyak ilmu, banyak pengetahuan di situ dan bukan sekedar genjrang-genjreng saja, itu ketemu 1996-1997,” ungkap Bob Marjinal dalam acara Shindus Scoop di Medcom.id.
 
Sementara Mike mengaku hidupnya dahulu berbeda sekali dengan kehidupannya sekarang yang menghabiskan waktu dengan berkesenian. Mengingat sang Ayah merupakan salah satu anggota Tentara Nasional Indonesia yang menjadikan Mike dan keluarganya harus tinggal di asrama dengan ekonomi yang terbatas bahkan Mike mengaku dirinya sempat mengalami perundungan
 
“Gua tahu musik saat gua harus ambil gitar dan gua harus ngamen untuk menyambung hidup gua. Dan semenjak itulah gua kemudian kenal lagu-lagu,” tutur Mike.
 
Dari ceritanya, Mike mengaku menjadi punk bukan diawali dari ideologi namun dari kehidupan yang dialami secara langsung. Itu yang menjadikan Mike konsisten dalam menjalani hidup.
 
Dalam punk, menyinggung hal-hal realitas yang terjadi seperti keadilan, bagaimana persamaan hak, dan tentang bagaimana buasnya para politikus yang mengambil hak-hak rakyat. Hal itulah yang membuatnya cocok dan merasa menjadi diri sendiri.
 
Meski memiliki alasan yang berbeda dalam menjadi punk, namun keduanya merasa mendapat banyak pelajaran hidup yang sangat berharga. Karena itulah Marjinal terus berjalan dan berkarya bersama dan berusaha menyampaikan pesan penderitaan rakyat dalam bentuk media musik.
 
(Eka Putri Wahyuni)
 
(ELG)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif