INO saat tampil di BIMHUIS, Amsterdam (Foto: dok. INO)
INO saat tampil di BIMHUIS, Amsterdam (Foto: dok. INO)

Indonesian National Orchestra Rilis Album Live Live at BIMHUIS, Titik Baru Musik Berakar Tradisi

Agustinus Shindu Alpito • 27 Mei 2026 10:17
Ringkasnya gini..
  • Indonesian National Orchestra resmi merilis album live perdana bertajuk Live at BIMHUIS di platform streaming digital.
  • Album Live at BIMHUIS direkam langsung saat INO tampil di venue legendaris BIMHUIS, Amsterdam, pada 2025.
  • Franki Raden dan INO menghadirkan eksplorasi musik tradisional Nusantara dalam format orkestra modern kontemporer.
Jakarta: Kelompok musik lintas tradisi asal Indonesia, Indonesian National Orchestra (INO), resmi merilis album live perdana mereka bertajuk Live at BIMHUIS melalui digital streaming platform. Album tersebut direkam secara langsung saat penampilan INO di venue jazz dan world music ternama BIMHUIS, Amsterdam, pada 20 Juni 2025, yang menjadi bagian dari tur Eropa ketiga mereka.
 
Indonesian National Orchestra didirikan pada 2010 oleh komponis sekaligus etnomusikolog Franki Raden. Orkestra ini dibentuk dengan visi menghadirkan format orkestrasi abad ke-21 yang berakar pada keberagaman instrumen tradisional Nusantara. Dalam versi combo yang dibentuk sejak 2016, INO menghadirkan format ensambel beranggotakan tujuh hingga sepuluh musisi yang masing-masing menguasai lebih dari satu instrumen tradisional.
 
Sebagian besar karya yang dimainkan INO dikomposisi langsung oleh Franki Raden dengan pendekatan yang mengambil inspirasi dari berbagai tradisi musik daerah di Indonesia. Melalui konsep tersebut, INO berupaya menjaga kekuatan karakter musik dan para musisi tradisional tetap hidup dalam format orkestra modern.
 
Selama beberapa tahun terakhir, Indonesian National Orchestra tampil di berbagai panggung internasional bergengsi, termasuk Jeonju International Sori Festival di Korea Selatan pada 2016, Sharq Taronalari Festival di Uzbekistan pada 2017, hingga Elbphilharmonie Hamburg di Jerman pada 2022. Mereka juga tampil di Amsterdam Roots Festival dan BIMHUIS di Belanda pada 2025.

Album Live at BIMHUIS menjadi rilisan album pertama untuk format combo INO. Rekaman tersebut menampilkan eksplorasi bunyi lintas tradisi Indonesia yang dipadukan dengan pendekatan kontemporer dan improvisasi modern.
 
Dalam proyek ini, Franki Raden bertindak sebagai music director sekaligus memainkan gong set dan bedug bass. Formasi musisi lainnya melibatkan Satya Cipta pada vokal sopran, Hendri Desmal yang memainkan didgeridoo, serunai, dan taganing, serta Cucu Kurnia pada kendang Sunda.
 
Selain itu, Dwiki Pebriansyah memainkan suling, tarompet, dan rebab, sementara Andre Dinuth mengisi gitar elektrik dan Wanda Omar memainkan bass elektrik.
 
Album ini diproduksi oleh Lokaswara, didistribusikan oleh Musik Bagus, dan proses mixing serta mastering ditangani oleh Danny Ardiono.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA