Akara (Foto: dok. Akara)
Akara (Foto: dok. Akara)

Rapper Akara Rilis Single Mentari sebagai Rasa Syukur dan Refleksi Diri

Hiburan musik indonesia Hip Hop
Medcom • 23 April 2022 10:34
Jakarta: Akara, rapper terbaru dan termuda dari PreachJa Records, baru saja merilis single keduanya yang berjudul “Mentari”.
 
Menyertai perilisan ini adalah peluncuran video musik dan situs web resmi PreachJa Records. Kehadiran Akara punya signifikansi besar untuk menyempurnakan barisan rapper Empat Apokalips, roster terbaru dari label musik berbasis Jakarta tersebut, yang turut digawangi oleh Laze, Noise from Under, dan Wicigo Shawty. Mendahului perilisan ini, Akara merilis trek penunjang berjudul “Semua” yang dapat disaksikan diakses lewat marketplace musik independen The Storefront dan YouTube.
 
“Mentari” menghadirkan kombinasi melodi gitar yang khidmat dan dentuman 808 yang dengan apik mengiringi ekspresi syukur sekaligus refleksi diri sebagai tema besar dari trek ini. Di tengah kehidupan yang terus bergerak menyongsong masa depan cerah, “Mentari” mengingatkan
pendengar untuk berhenti sejenak dan mengambil waktu untuk mengucapkan terima kasih
pada diri, Pencipta, dan sekitar, selain juga mengkaji diri dan menjadi lebih baik. Dibawakan
dengan merdu dan ringan, lagu ini terasa seperti bait doa sekaligus surat kecil untuk diri sendiri
yang ditulis Akara sebagai “penyemangat bagi semua orang yang bergumul dengan takdir di
luar sana.”

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berbicara tentang keyakinan dan ketekunan hati, Akara berujar bahwa lagu ini “menggambarkan sesuatu yang sangat indah, seperti mentari yang cerah, seperti pencapaian dan kemenangan apa yang kita telah dapatkan. Saya mendapatkan pintu yang besar di lagu ini.”
 
Lahir dan besar di Bandung, Akara tumbuh dengan pengaruh kultur Sunda yang kuat. Interaksi
antara warna musik pop Sunda dan dangdut Parahyangan yang menjadi kegemarannya sejak
kecil dengan nuansa musik alt-rock Bandung serupa Pure Saturday dan The Milo yang
dipertemukan dengan pengaruh musik hip-hop new school khas 2010-an melahirkan bentukan karakteristik baru di skena hip-hop Indonesia yang belum pernah ada sebelumnya.
 
Kulminasi dari pertemuan-pertemuan tersebut tersebut bagi Akara memungkinkan munculnya “ritme-ritme organik khas suatu khas daerah untuk mendapatkan sebuah eksperimen baru dalam musik saya,” yang imajinatif namun tetap terasa khusyuk dan familiar. Sebelumnya, Akara baru merilis satu buah lagu di tahun 2020, Hadia, yang dipersembahkan untuk sang anak.
 
Video musik untuk “Mentari” menghadirkan latar alam gunung dan hutan hijau yang terasa
harmonis saat disandingkan dengan lirik reflektif dan eksploratif dari lagu tersebut. Keberadaan
Akara di tengah bentang alam tersebut sekaligus membuatnya terlihat kecil dan bersahaja,
mendukung kesan spiritual yang tersirat dalam lagu. Interaksi puitis antara manusia dan alam
dilanjutkan pada adegan ketika Akara menggendong anaknya, bersama-sama menatap lembah
dan sawah seakan mengambil waktu sejenak untuk berhenti dan mengucap syukur. Diselingi
dengan latar ruang kamar, video ini mempermainkan unsur ruang dan bayangan untuk
menyampaikan pesan sederhana yang dibalut dengan kejujuran murni.
 

 
(ASA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif