Glenn Fredly di Tur dan Festival Sewindu, Istora Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 1 November 2019. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)
Glenn Fredly di Tur dan Festival Sewindu, Istora Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 1 November 2019. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Glenn Fredly Rayakan Ambon Jadi Kota Musik di Konser Tulus

Hiburan Glenn Fredly Ambon Kota Musik Dunia
Cecylia Rura • 02 November 2019 13:06
Jakarta: Glenn Fredly merayakan terpilihnya Ambon sebagai Kota Musik pertama di Asia Tenggara oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Kabar itu dibagikan dalam Tur dan Festival Sewindu Tulus dengan membawakan lagu Rame Rame di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 1 November 2019.
 
"Izinkan saya di tengah keriaan dan kegembiraan. Kalau teman-teman mendengar kabar, bahwa lagu ini saya dedikasikan untuk teman-teman yang datang dari Timur. Karena kemarin badan internasional dari UNESCO menetapkan Ambon sebagai kota musik pertama di Asia Tenggara. Ini adalah kerja kolektif bentuk cinta terhadap Indonesia," kata musikus asal Ambon itu.
 
Melanjutkan euforia itu, Glenn Fredly membawakan secuplik lagu Rasa Sayange, dilanjutkan lagu penuh Timur. Glenn yang tampak bangga sebagai Putra Ambon ikut mengajak penonton melihat Indonesia Timur sebagai salah satu keindahan di tengah keberagaman Indonesia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kenapa saya ceritakan tentang Indonesia Timur, yang harus Anda tahu Indonesia Timur tidak boleh ada keburukan atau minor yang kalian baca. Itu sebabnya saya ingin merayakan menjadi Indonesia dan dimulai dari Timur karena mereka adalah saudara-saudara kita yang selalu menjadi inspirasi buat Anda semua malam ini," kata Glenn.
 
Sebanyak 66 kota kreatif diumumkan oleh Director-General of UNESCO, Audrey Azoulay melalui laman resmi, Rabu, 30 Oktober 2019. Ambon terpilih menjadi salah satu Kota Musik di dunia bersama Essaouira (Maroko), Havana (Kuba), Kazan (Federasi Rusia), Kirsehir (Turki), Leiria (Portugal), Lliria (Spanyol), Metz (Prancis), Port of Spain (Trinidad dan Tobago), Ramallah (Palestina), Sanandaj (Iran - Republik Islam Iran), Santo Domingo (Republik Dominika), Valledupar (Kolumbia), Valparaiso (Chili), Veszprem (Hungaria), dan Vranje (Serbia).
 
Pemilihan 66 kota ini berdasarkan kontribusi nyata untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan melalui pemikiran dan tindakan inovatif di tingkat perkotaan.
 
Sejak tiga tahun lalu, Kota Ambon telah dipersiapkan sebagai kota musik dunia oleh pemerintah pusat pada 29 Oktober 2016. Badan Ekonomi Kreatif (BEKraf), Pemprov Maluku, dan Pemkot Ambon membuat pernyataan bersama di muka publik Ambon, Lapangan Merdeka, berkomitmen menjadikan Ambon sebagai kota musik dunia melalui UNESCO.
 
Glenn Fredly, bagian dari Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) merancang Konferensi Musik Indonesia perdana tahun lalu di Ambon. Konferensi tiga hari itu berbuah 12 poin pemikiran tentang masalah industri musik yang telah diserahkan kepada Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR Bambang Soesatyo.
 
Ambisi Ambon menjadi kota musik juga sudah didengungkan sejak tahun lalu. Saat itu, Anthony Gustav, Sektretaris Kota Ambon menilai Ambon memiliki semua aspek dalam budaya musik. Contohnya, musisi asal Ambon yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Suling bambu akan menjadi ciri khas Kota Ambon.
 
Upaya menjadikan Ambon sebagai kota musik dunia juga dilakukan oleh Glenn Fredly bersama Ridho Hafiedz (Slank). Mereka mengawal proses ini sejak tiga tahun belakangan serta menggalang dukungan melalui petisi online Change.org. Petisi itu ditujukan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan judul "Dukung Ambon Menjadi Kota Musik Dunia oleh UNESCO" pada 14 Mei 2019.
 
Saat itu, Glenn dan Ridho melalui Ambon Music Office menyerahkan formulir aplikasi kota musik kepada UNESCO dan mengklaim telah mendapat dukungan dari negara Australia dan Korea Selatan, negara jaringan kota musik dunia.
 
Glenn dan Ridho ikut menjadi saksi bagaimana musik mampu menciptakan perdamaian di Ambon pada 2005 saat melewati konflik panjang. Perlu diingat, Maluku masih mempunyai persoalan sosial yang harus dibenahi seperti pendidikan, kesejahteraan hiduo, dan lingkungan hidup. Data BPS Februari 2019 menunjukkan tingkat pengangguran terbuka Maluku menempati posisi ketiga secara nasional.
 
Total UNESCO Creative Cities Network mencapai 246 kota. Mereka berasal dari benua dan daerah dengan tingkat pendapatan dan populasi berbeda. Misi mereka yaitu menempatkan kreativitas dan ekonomi kreatif sebagai inti ari rencana pembangunan perkotaan mereka agar kota-kota lebih aman, tekun, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan Agenda PBB 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.
 
Glenn Fredly menjadi penampil misterius keempat yang hadir di Tur dan Festival Sewindu. Dia membuka panggung dengan singel Terpesona dan Kau untuk para penonton lajang di Tur dan Festival Sewindu Tulus. Duet Tulus dan Yovie Widianto dalam Adu Rayu itu mendoakan yang terbaik untuk Tulus.
 
"Senang sekali saya bisa berada di tengah teman-teman semua. Dan yang paling luar biasa saya bangga bisa berada di Sewindunya Tulus bersama teman-teman musisi lain," ucap Glenn.
 
Selain Glenn Fredly, ada Andien, RAN, Kunto Aji, dan Project Pop. Tulus dijadwalkan naik pentas sekitar pukul 20.35 WIB.
 
Tur dan Festival Sewindu digelar merayakan karier bermusik di Tanah Air. Gelaran ini dimulai di Malang (24 September), Yogyakarta (26 September), Solo (18 Oktober), Makassar (25 Oktober), dan berakhir di Jakarta (1 November).
 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif