Anang Hermansyah usai hadir dalam sesi diskusi RUU Permusikan di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, pada Senin, 4 Februari 2019 (Foto: Medcom.id/Shindu Alpito)
Anang Hermansyah usai hadir dalam sesi diskusi RUU Permusikan di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, pada Senin, 4 Februari 2019 (Foto: Medcom.id/Shindu Alpito)

Bahas RUU Permusikan, Anang Hermansyah Gelar Rapat Tertutup di PAPPRI

Hiburan Kisruh RUU Permusikan
Purba Wirastama • 11 Februari 2019 15:37
Jakarta: Anang Hermansyah, Ketua Harian PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia)dan anggota Komisi X DPR pengusul UU Permusikan, mengadakan rapat terbatas bersama pengurus PAPPRI di kantor Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) AHM-PTHM, Matraman, Jakarta Timur pada Senin siang, 11 Februari 2019.
 
Semula, pertemuan tersebut hendak digelar di kantor DPP PAPPRI di bilangan Jalan Tentara Pelajar, Gelora. Namun mendadak dipindah ke Matraman.
 
Berdasarkan pantauan wartawan, tampak Anang sudah masuk bersama Rahayu Kertawiguna (produser Nagaswara dan Wakil Ketua Umum PAPPRI) dan Bens Leo (Humas PAPPRI). Lalu ada pula Glenn Fredly (Ketua Bidang Program dan Produksi Musik PAPPRI) menyusul masuk.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya saat ditemui beberapa wartawan di Cinangka Depok pada Minggu kemarin, Anang menyebut dia akan mengadakan pertemuan dan memberi penjelasan di kantor PAPPRI bersama para pengurus pada Senin.
 
Sejumlah wartawan menyusul masuk ke kantor STHM dan bertemu Anang di ruang depan, tetapi segera diminta keluar. Menurut beberapa wartawan, Anang heran dengan kehadiran pers di sana dan meminta mereka keluar lebih dulu.
 
Anang enggan memberikan keterangan, tetapi bersedia diwawancara usai pertemuan.
 
Sementara itu, Badan Keahlian DPR (tim penyusun naskah akademik dan draf RUU Permusikan) mengadakan pertemuan terbatas di Tangerang mulai hari Senin ini hingga Rabu lusa, 13 Februari 2019. Anggota BK DPR Aryudhi Permadi menyebut mereka hendak melakukan revisi naskah, tetapi enggan menjelaskan siapa saja praktisi musik yang terlibat.
 
Langkah BK DPR tampak tidak sejalan dengan aspirasi protes dari ratusan praktisi musik di berbagai daerah, termasuk Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan (KNTL RUUP). Berdasarkan diskusi terbuka, mayoritas praktisi sepakat menuntut RUU Permusikan dicabut. Mereka juga meminta kajian akademis dilakukan ulang bersama perwakilan seluruh praktisi Nusantara.
 
Dalam diskusi yang digelar Koalisi Seni Indonesia (KSI) dan Kami Musik Indonesia (KMI) di Cilandak pada Senin pekan lalu, Anang datang bersama Inosentius Samsul dari BK DPR dan para pengurus PAPPRI, seperti Kadri Mohamad dan Agus Sardjono. Mereka sama-sama menyatakan bahwa proses RUU Permusikan masih sangat awal dan masih bisa berubah.
 
"Kami rancang sesuai tata cara pembuatan peraturan undang-undang (...), tetapi nanti substansinya, silakan teman-teman memberi masukan," kata Inosentius kepada puluhan musisi, yang kebanyakan bergabung ke grup protes KNTL RUUP.
 
UU Permusikan diusulkan salah satunya oleh Anang selaku anggota Komisi X DPR. Wacana ini berangkat dari rapat dengar pendapat umum (RDPU) di Komixi X pada 2015 yang dihadiri sejumlah lembaga, antara lain asosiasi musisi PAPPRI, asosiasi industri musik ASIRI, serta pengelola royalti LMKN dan LMK.
 
PAPPRI adalah salah satu pihak yang turut mendorong lahirnya UU Musik, sertifikasi musik, serta pembentukan sarikat pekerja musik nasional.

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif