Pengakuan jujur ini disampaikan Clown saat menjadi bintang tamu dalam program sinia Tetragrammaton yang dipandu oleh produser kenamaan Rick Rubin, yang diunggah pada Jumat, 8 Mei 2026.
Dalam bincang-bincang tersebut, musisi sekaligus seniman berusia 56 tahun ini menceritakan bahwa dirinya sempat merasa berada dalam kondisi "sekarat". Gangguan jantung tersebut mulai ia rasakan tepat setelah Slipknot menyelesaikan rangkaian tur panjang mereka pada akhir tahun 2025 lalu.
“Jantungku berdebar-debar dan aku harus menjalani operasi. Dan aku mengetahuinya setelah tur terakhirku," ungkap Shawn Crahan.
Clown mengenang momen mencekam saat ia dilarikan ke rumah sakit karena merasa tidak enak badan. Saat perawat mencoba memasang alat EKG (elektrokardiogram), alat tersebut justru tidak berfungsi, yang sempat membuat tim medis menduga ia tengah mengalami serangan jantung.
"Aku seperti tertidur dan terbangun. Aku bertanya, 'Apakah alat ini akan berfungsi?' Dan dia menjawab, 'Oh, tidak berfungsi.' Mereka mengira aku mengalami serangan jantung saat itu juga," kenangnya.
Ketakutan terbesar Clown saat itu bukanlah kematian, melainkan kemungkinan ia tidak bisa lagi beraksi bersama Slipknot. Ketika dokter menyarankan pemasangan alat pacu jantung (pacemaker), Clown sempat merasa takut kariernya bermusiknya akan berakhir.
"Awalnya, mereka mengira mungkin aku butuh alat pacu jantung. Dan aku bilang, 'Dok, dengar, kalau aku dipasangi alat pacu jantung, aku tamat, kan? Tur, Slipknot?'. Tapi dokter meyakinkanku bahwa aku justru akan merasa lebih baik, dia bilang 'Oh, tidak. Kamu akan merasa lebih baik.'," tutur Clown.
Meski sempat merasa kehilangan kendali atas hidupnya, Clown kini merasa beruntung karena mendapatkan penanganan medis terbaik. Ia juga menuturkan bahwa selama tur bersama Slipknot, ia didampingi oleh dokter pribadi.
Dokter pribadinya bahkan mendorongnya untuk terus menjaga kebugaran fisik karena dirinya kini mulai memasuki usia senja yakni di umur 56 tahun.
"Saya punya dokter pribadi karena saya anggota Slipknot dan saya bisa pergi ke berbagai tempat, dan mereka bilang, 'Tidak, kamu akan merasa lebih baik. Kamu sebaiknya menjaga kebugaran karena kamu harus melakukan lebih banyak hal sekarang di usia 56.' Dan saya benar-benar tidak percaya, bahwa ini terjadi pada saya. Ini luar biasa. Saya beruntung," tutupnya.
Bagi para Maggots (sebutan fans Slipknot), sosok Clown bukan sekadar pemain perkusi. Ia adalah pendiri sekaligus "nyawa" dari Slipknot. Clown merupakan otak bisnis sekaligus arsitek visual yang menjaga identitas band tetap konsisten selama puluhan tahun.
Di balik topeng badutnya yang ikonik, Clown merupakan sosok direktur kreatif dan visual dari Slipknot. Sosoknya memegang peranan penting dalam mengonsep evolusi topeng setiap personel di setiap album, sosok sutradara video klip dan desainer di balik artwork-artwork album Slipknot.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News