Waters menyebut Jagger sebagai sosok yang dianggapnya tone deaf atau tidak peka terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan yang terjadi di dunia.
Kritik tersebut disampaikan Waters ketika dirinya menjadi bintang tamu dalam siniar kanal YouTube Due Dissidence di episode bertajuk Roger Waters Sound Off on Political Silence of Rock Stars, yang tayang pada 1 September 2026.
Dalam perbincangan tersebut, Waters membahas mengenai fenomena sejumlah rockstar yang menurutnya memiliki pengaruh besar di hadapan publik, tetapi justru bersikap nirempati terhadap persoalan krusial seperti kemiskinan, kekerasan, hingga genosida.
Pembicaraan itu kemudian mengarah kepada sosok Mick Jagger. Waters bahkan menilai perhatian Jagger lebih banyak tersita pada penampilan fisik pribadi serta kondisi finansialnya dibandingkan persoalan yang berlangsung di luar lingkaran kehidupan sang musisi.
"Sejauh yang gue tahu, Mick tuh cuma peduli sama bentuk badannya, isi rekeningnya, dan masa bodoh sama hal lain," ungkap Roger.
Waters kemudian menyinggung sisi lain dari persona Jagger yang selama puluhan tahun lekat dengan citra seks, pesta, dan kehidupan rock and roll. Meski demikian, ia mengakui bahwa dirinya bukan tipe seniman yang gemar menghakimi kehidupan personal rekan seprofesinya.
"Mick Jagger itu dari dulu emang kelewat batas kalau urusan seks.Tapi ya udahlah, gue bukan tipe orang yang suka mengkritik sesama seniman, walau sebenernya nggak ada alasan buat nggak ngritik juga sih atau mungkin emang ada alasannya," lanjutnya.
Baca Juga :
rumahsakit Gelar Anomali Tour 2026, Bakal Bawakan Lagu-Lagu Side-B hingga Mini Orchestra
Roger Waters Soroti Empati Para Rockstar
Kritik Waters kemudian melebar dari Jagger kepada fenomena yang lebih luas di kalangan rockstar. Menurut perspektifnya, popularitas dan kehidupan sebagai publik figur dapat membuat sebagian musisi justru semakin berjarak dengan persoalan-persoalan yang tengah dialami oleh masyarakat.
Ia bahkan berspekulasi bahwa suatu hari para psikolog atau antropolog mungkin akan meneliti hubungan antara dorongan seseorang untuk menjadi rockstar dengan kemampuan mereka dalam membangun empati terhadap lingkungan sosial.
"Mungkin ada korelasinya, dan suatu saat di masa depan bakal ada psikolog atau antropolog yang nemuin fakta kalau: orang-orang yang pengen gabung band pop terus berdiri pamer di depan ratusan ribu orang itu, emang kecil kemungkinannya buat bisa ngembangin rasa empati di dalam diri mereka," papar Roger dalam perspektif pribadinya.
Bagi Waters, sorotan panggung dan status sebagai rockstar semestinya tidak membuat seorang musisi menutup mata terhadap realitas di luar industri hiburan. Ia menilai sebagian figur rock justru terlalu sibuk dengan citra diri pribadi hingga mengabaikan penderitaan yang tengah dialami orang lain.
"Mereka nggak peduli sama orang miskin, atau orang-orang yang dibantai dan jadi korban genosida atau semacamnya, cuma gara-gara mereka terlalu sibuk mikirin seberapa kerennya diri mereka sendiri. Pasti aneh banget rasanya buat mereka," tuturnya tegas.
Di bagian akhir perbincangan, Waters kembali menyentil Jagger dengan menyebut sang vokalis sebagai sosok yang merasa dirinya istimewa. Namun, ia menambahkan satu pengecualian dalam kritiknya terhadap sang legenda rock.
"Dia tuh ngerasa dirinya spesial. Ya, dia emang spesial sih dalam beberapa hal, tapi setidaknya dia nggak sampai jadi Nazi, nggak kayak beberapa musisi lainnya," tutup Roger Waters.
Roger Waters Garap Film Dokumenter tentang Palestina
Di luar aktivitas bermusik, Roger Waters kini juga disibukkan dengan keterlibatannya sebagai produser eksekutif film dokumenter bertajuk Freedom Theatre. Film tersebut mengangkat kisah Ahmed Tobasi, mantan pejuang yang kemudian beralih menjadi seniman dan berupaya mempertahankan sebuah teater agar tetap beroperasi di tengah kamp pengungsian Jenin, Palestina.
Dokumenter yang disutradarai Rishi Pelham itu menjalani proses pengambilan gambar selama lima tahun. Freedom Theatre juga dipersiapkan untuk diputar di sejumlah festival film internasional seperti Festival Film Venesia untuk mencari calon mitra distribusi global.
Baca Juga :
Bikin Haru! Gading Marten Hadiahi Ariel NOAH Motor Nostalgia Suzuki RGR