Upaya Avip Priatna Memperluas Segmen Musik Klasik
Avip Priatna (Foto: medcom/cecylia)
Jakarta: Konduktor musik Avip Priatna telah beberapa kali menggelar konser musik klasik. Pada Rabu malam, 31 Januari 2018, Avip bersama teman-teman dari Jakarta Orchestra Concert (JOC) menggelar konser bertajuk Invitation to the Dance di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Sesuai namanya konser ini bertemakan tarian yang dibawakan lewat alunan musik klasik.

Konser yang digelar di penghujung bulan Januari tahun ini merupakan inisiatif Avip sebagai konser pembuka di awal tahun, sekaligus dengan maksud mengekspansi segmen musik klasik di Indonesia.

"Sebetulnya konser kami membuka tahun baru. Jadi bikin konser sesuatu yang segar. Kami ingin melumerkan musik klasik yang punya imej serius. Misi kita memang memperkenalkan musik klasik ke segmen yang lebih luas," papar Avip saat ditemui awak media usai gelaran konser di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2018).


Menurutnya, musik klasik memiliki banyak sekali literatur yang belum dikenal. Terutama, pada sajian musik klasik dengan tema tarian.

"Mudah-mudahan dengan sajian musik klasik pilihan dengan tema tarian bisa dikenal, karena banyak sekali literatur dalam musik klasik yang belum dikenal," lanjutnya.

Musik tarian sendiri menggambarkan suatu keragaman yang ditulis berbagai komposer. Diungkapkan kembali oleh Avip, memang sebagian besar datangnya dari Eropa.

Namun, spesial untuk malam ini Avip menghadirkan komposisi musik dari Indonesia yang meminta bantuan pada komposer Fero Aldiansyah. Tarian tersebut berjudul Panen Raya yang ditampilkan pada sesi pertama setelah tarian musik Pavane karya Gabriel Faure (1845-1924) dimainkan.

"Itu memang khusus saya minta ke Fero Aldiansyah komposernya, menciptakan karya baru alam untuk konser ini. 'Tolong bikinkan yang namanya tarian' jadi dia mengambil ide dari inspirasi karya Minagkabau," papar Avip.

Tema Panen Raya berkaitan erat dengan rutinitas warga Indonesia yang tinggal di negara agraris. Maka tidak salah jika Avip mengambil tema tersebut untuk dibawakan dalam konser malam kemarin.

"Negara panen kan sebenarnya, Indonesia negara agraris, ya. Jadi semua suka panen. Dan selalu kalau panen orang gembira. Jadi dari situ ada suasana panen padi. Ada imitasi bunyi gambaran orang memanen, tapi sisanya orang menari," kata Avip.

Dalam gelaran konser, Avip juga menggandeng rekan musisi kebanggaan Indonesia, Isyana Sarasvati dan pianis muda berbakat Jonathan Kuo. Masing-masing dari mereka diberi kesempatan bermusik bersama di atas panggung Teater Jakarta dengan tema yang sudah ditentukan.

Konser Invitation to the Dance merupakan gelaran panggung musik klasik orkestra yang digelar oleh konduktor musik Avip Priatna, didukung Bakti Budaya Djarum Foundation. Avip mengajak 55 rekan musisi yang tergabung dalam Jakarta Orchestra Concert (JOC) memainkan beberapa karya tarian musik klasik.

Total ada sembilan karya yang dibawakan pada malam di penghujung bulan Januari, yaitu Spanish Dance No. 1 dari Manuel de Falla (1876-1946), Norwegian Dances karya Edvard Hagerup Grieg (1843-1907), Pavane dari Gabriel Faure (1845-1924), Panen Raya karya Fero Aldiansyah Stefanus (1988), Totentanz dari Franz Liszt (1811-1886) berkolaborasi dengan Jonathan Kuo, Norwegian Dances, Op 35 karya Edvard Hagerup Grieg (1843-1907), Les filles de Cadix karya Leo Delibes (1836-1891) serta Fruhlingsstimmen - Walzer, Op 410 karya Johann Strauss II (1825-1899) yang keduanya berkolaborasi dengan Isyana Sarasvati, Danse Bacchanale karya Camille Saint-Saens (1835-1921), dan Invitation to the Dance karya Carl Maria von Weber (1786-1826) yang juga menjadi tema acara pada konser malam ini.


 



(ELG)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id