"Saya tahu banyak yang akan terkejut ketika tahu hal ini. Seperti mengapa saya berkompetisi dalam sebuah kompetisi bernyanyi. Saya mungkin yang paling tidak kompetitif setahu saya."
"Saya mengatakan iya karena saya suka melakukan hal-hal tak terduga dan saya suka mewakili Inggris dan bernyanyi ke mana pun saya pergi. Saya suka bernyanyi, tapi ini juga sebuah kesempatan untuk menjembatani kedua kultur budaya berbeda."
"Tiongkok adalah tempat yang luar biasa dan berbeda dengan beberapa tempat yang pernah saya kunjungi. Saya tidak pernah merasa disambut dengan sangat baik seperti saat di sini," tulus Jessie.
Selain mendapat predikat penyanyi internasional, Jessie J pernah didaulat sebagai juri dalam kompetisi bernyanyi The Voice versi Inggris. Beberapa karyanya bahkan telah dikenal secara luas, sebut saja singel Price Tag, Domino, Flaslight, Laserlight, dan Bang Bang.
Namun, para kontestan dan rival Jessie J yang ikut masuk dalam babak final tampaknya cukup relevan dan memang profesional di industri musik. Kontestan lain yakni Hua Chenyu merupakan penulis lagu sekaligus penyanyi yang terkenal setelah keluar sebagai pemenang dalam kontes Super Boy 2013. Lalu, Wang Feng, komposer sekaligus musisi rock berusia 46 tahun yang telah menelurkan sejumlah album dan populer di Tiongkok.
Kontestan lain pun tak kalah menarik dengan jejak rekam yang bisa disejajarkan dengan prestasi Jessie J.
I know y'all folks have been waiting for this unbeatable trio.
— Singer 2018 (@2018Singer) April 13, 2018
JESSIE J. = Britain's Brilliant Prodigies 'Best Pop Singer' 2003
COCO LEE = I Am Singer 2016 'Grand Winner'
KZ TANDINGAN = X Factor PH Winner 2012
Will this trio give Jessie J. a ticket to the finale?#Singer2018 pic.twitter.com/SNvqOGo8Fq
Dalam program televisi yang disiarkan melalui Hunan TV tersebut, Jessie J keluar sebagai pemenang mengalahkan kontestan lain. Ia berhasil menjadi juara setelah menyingkirkan 13 kontestan.
Kemenangan Jessie J dalam Singer 2018 menjadi sejarah pertama musisi internasional memenangkan kompetisi bernyanyi di tingkat profesional lingkup Asia.
Berbagai respons datang dari warganet. Ada yang menyambut baik kemenangan Jessie J, ada juga yang menganggap kemenangan itu sebagai hal yang wajar lantaran kualitas vokal Jessie J yang tak tertandingi.
Kompetisi ini berbeda dengan X Factor, di mana para juri yang didapuk adalah para penonton. Hal ini membingungkan sejumlah warganet. Namun, beberapa diantaranya mampu menjelaskan situasi tersebut. Singer 2018 merupakan kompetisi untuk para musisi profesional. Pada kesempatan ini, Jessie J menjadi kontestan pertama dari luar Tiongkok.
Pada malam final, Jessie J membawakan lagu-lagu andalannya seperti Domino dan Flashlight. Ia juga membawakan I Will Always Love You yang dipopulerkan Whitney Houston.
"I Will Always Love You adalah lagu yang membuat saya ingin menjadi penyanyi ketika usia empat tahun."
Dilansir dari BBC, Jessie J keluar sebagai pemenang dengan perolehan suara 48 persen.
"Terimak kasih, Tiongkok telah memberikan momen ini pada saya," ungkap Jessie J.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News