Tara Basro (Foto: Instagram)
Tara Basro (Foto: Instagram)

Dianggap Langgar UU ITE, Kominfo Bantah Hapus Foto Tara Basro

Cecylia Rura • 05 Maret 2020 13:31
Jakarta: Aktris Tara Basro mengunggah foto diri mengemban pesan body positivity, Rabu, 4 Maret 2020. Foto tersebut ditanggapi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memuat unsur pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Namun, mereka menyatakan tak menurunkan foto tersebut dari media sosial.
 
"Bukan di-take down oleh Kominfo," ujar pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu, dilansir dari Antaranews.
 
Tara Basro mengunggah foto diri melalui Twitter dan Instagram. Potret diri itu memuat keterangan tentang rasa bersyukur memiliki tubuh apa adanya dan bersikap positif. Sementara menurut Kominfo foto tersebut memuat unsur pelanggaran UU ITE terutama pasal 27 ayat 1 tentang kesusilaan.

Pasal tersebut berbunyi tentang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.
 
"Andaikan kita lebih terbiasa untuk melihat hal yang baik dan positif, bersyukur dengan apa yang kita miliki dan make the best out of it daripada fokus dengan apa yang tidak kita miliki," tulis aktris pemilik nama Andi Mutiara Pertiwi Basro itu.
 
Tara Basro mengunggah foto lain yang menampakkan separuh lekuk tubuh tanpa busana dengan keterangan "worthy of love (layak dicintai)" dan keterangan tambahan "coba percaya sama diri sendiri".
 
Apa yang dilakukan Tara Basro tak ada bedanya dengan kampanye body positivity tentang pandangan positif soal tubuh bahwa semua orang berhak memiliki citra tubuh yang positif, terlepas dari bagaimana masyarakat dan budaya populer memandang bentuk, ukuran, dan penampilan ideal.
 
Tujuan body positivity umumnya menentang masyarakat memandang tubuh dan mengampanyekan penerimaan semua bentuk badan.
 
Tara Basro Sempat Ditolak Casting
 
Paras menawan bagi setiap orang tentu relatif. Hal ini juga yang dirasakan oleh Tara Basro yang berkecimpung di dunia hiburan. Sempat, dia mendapat penolakan casting karena perbedaan pendapat soal representasi standar cantik di Indonesia.
 
"Karena untuk saat ini look gue masih belum representable sebagai image cantiknya orang-orang. Kalau selama ini Indonesia itu cantik putih, rambut panjang, hidung mancung. Saya rasa itu bukan image saya yang dilihat orang-orang," kata Tara Basro, Oktober 2019.
 
Kendati demikian, Tara Basro menjadi pernah mengikuti Gadis Sampul 2005. Dia juga membintangi sejumlah film antara lain A Copy of My Mind (2016), Ini Kisah Tiga Dara (2016), Pengabdi Setan (2017), Gundala (2019), dan Perempuan Tanah Jahanam (2019). Berkat A Copy of My Mind garapan penulis sekaligus sutradara Joko Anwar, Tara Basro memenangkan Piala Citra Pemeran Utama Wanita Terbaik pada 2015.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA