Untuk mengenang momen heroik tersebut, KH Luqman Harits Dimyathi selaku pengasuh Pondok Pesantren Tremas Pacitan bersama para santri menggubah lagu resmi Hari Santri yang kemudian dirilis oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai lagu wajib nasional.
Komposisi musik dan lirik ini dihadirkan di seluruh pelosok tanah air setiap bulan Oktober agar generasi penerus bangsa senantiasa mengingat bahwa kemerdekaan Indonesia dicapai melalui pengorbanan jiwa dan raga para pendahulu yang berjuang berlandaskan iman serta kecintaan pada tanah air.
Makna Lagu “Hari Santri Nasional” KH Luqman Harits Dimyathi
Lirik lagu Hari Santri menyintesiskan nilai nasionalisme yang tebal dengan ajaran keagamaan melalui ajakan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia atas dasar Pancasila serta ketaatan kepada para kiai.Pesan mendalam yang terkandung di dalam bait-baitnya mendorong para santri agar tidak hanya fokus menimba ilmu agama di pesantren, tetapi juga aktif berkontribusi serta mengabdikan diri bagi kemaslahatan seluruh umat dan kejayaan bangsa.
Dengan mengumandangkan lagu ini dalam setiap momentum peringatan, semangat Resolusi Jihad bertransformasi menjadi spirit pembangunan moral dan intelektual yang terus relevan untuk menjawab tantangan zaman modern.
Lirik Lagu “Hari Santri Nasional” KH Luqman Harits Dimyathi
22 Oktober 45 - Resolusi jihad panggilan jiwaSantri dan ulama tetap setia
Berkorban pertahankan Indonesia
Saat ini kita telah merdeka
Mari teruskan perjuangan ulama
Berperan aktif dengan dasar pancasila
Nusantara tanggung jawab kita
Hari santri hari santri hari santri
Hari santri bukti cinta pada negeri
Ridho dan rahmat dari ilahi NKRI harga mati
Ayo santri ayo santri ayo santri
Ayo ngaji dan patuh pada kiai
Jayalah bangsa, jaya negara
Jayalah pesantren kita
Mari bersiap kita berangkat
Ke pesantren dengan penuh semangat
Raih cita cita luruskan niat
Mengabdi tuk kemaslahatan umat
Jayalah bangsa negara
Jayalah Indonesia
Jayalah indonesia
(Sumber: YouTube @NU Online)
(Dinda Intan Ramadhani)