Pemuda 16 tahun ini telah menawan penggemar musik di Melbourne, September lalu, dengan suara harmonikanya yang lembut memainkan musik jazz dengan keterampilan yang luar biasa.
"Saya suka musik jazz karena improvisasinya membuat saya merasa senang," kata Reyhan, yang lebih populer dengan nama Reyharp.
Reyhan tertarik pada harmonika karena terlihat unik dan keren, selain ukurannya yang mungil.
Ia mulai bermain harmonika sejak usia 12 tahun, ketika ia menemukan sebuah blues harmonika merek Hohner dalam lemari pamannya. Sang paman kemudian mengajari cara bermain blues dengan harmonika. Instrumen ini membuat Reyhan 'kecanduan' sampai ia terus belajar sendiri memainkan lagu-lagu blues dan jazz.
Bakatnya menarik perhatian Ade Ishs, musisi Indonesia yang sekarang mukim di Melbourne. Saat itu, Ade sedang tur di Indonesia.
Ade mengatakan, Reyhan menonjol bukan hanya karena dia bermain jazz pada harmonika, yang bisa dibilang tak lazim, tetapi juga karena kemampuan teknisnya yang luar biasa.
"Dengan harmonika kromatik, seseorang dapat memainkan 12 nada, seperti piano. Sementara harmonika diatonik seperti piano tanpa tombol hitam, yang berarti hanya memiliki 7 nada," kata Ade. "Reyharp bisa memainkan seluruh nada kromatik dengan harmonika diatoniknya."
Prestasi Reyhan di kejuaraan internasional dimulai pada bulan Agustus 2012. Saat itu, Reyharp Naufal yang baru berusia 14 tahun, meraih Juara 1 Divisi Harmonika Diatonik dalam ajang Kompetisi Harmonika Asia Pasifik di Kuala Lumpur.
Dibimbing oleh pamannya, master blues harmonika Hari Pochang, Reyhan sudah mahir menguasai sulitnya teknik control bending and overbending yang mengubah 10-lubang kecil harmonika diatoniknya menjadi harmonika kromatik.
Reyhan juga sudah kenyang pengalaman manggung. Selain memainkan musik jazz, ia telah sering tampil bersama jawara-jawara musik blues dari Jakarta dan Bandung.
Saat ditanya siapa musisi jazz idolanya, tanpa ragu ia menyebut nama-nama legendaris dalam musik jazz macam Keith Jarrett, Wynton Marsalis, Charlie Parker dan Didier Lockwood.
Dalam bermain harmonika, Reyhan mengaku terinspirasi oleh pemain harmonika kawakan seperti Howard Levy, Carlos del Junco dan Toots Thielemans.
Berikut adalah video yang diambil selama Reyhan melakukan tur ke Melbourne, Australia, pada pertengahan 2014. Reyhan memainkan 12-bar jazz-blues dalam "Mr P.C.". Ikut tampil bersamanya, Ade ISHS, Kain Borlase dan Maria Moles di Maven Room, Burwood Music Centre, Melbourne, Australia. (Australia Plus)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News