Rahmania Astrini (Foto: warnermusic)
Rahmania Astrini (Foto: warnermusic)

Judul Album Rahmania Astrini Terinspirasi dari Buku Psikologi

Sunnaholomi Halakrispen • 17 Februari 2021 22:15
Jakarta: Musisi berusia 19 tahun, Rahmania Astrini, merilis EP (extended play) atau mini album bertajuk Adolescent. Ada sejumlah fakta di balik proses pembuatan mini album perdana itu.
 
"Papaku kan dosen psikologi dan dia menyimpan banyak buku tentang psikologi pastinya. Salah satu bukunya judulnya Adolescent. Kata itu menarik dan familier," ucap Rahmania Astrini dalam Virtual Press Conference EP Adolescent.
 
Astri, sapaannya, mengaku tertarik dengan kata adolescent. Ia pun mencari tahu artinya dan ditemukan adanya makna masa pencarian jati diri. Hal ini berkaitan dengan kondisi hidup yang dilaluinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Aku pikir-pikir, selama ini aku nulis, membuat lagu, itu semua bagian dari masa pencarian jati diri aku. Dari aku umur 16 sampai sekarang 19 tahun, masa-masa remaja itu aku alami," akunya.
 
Peristiwa patah hati, bahagia, jatuh cinta, dialaminya. Begitu juga stres selama kuliah juga urusan pekerjaan. Ternyata, kejadian yang dilaluinya selama masa remaja itu merupakan masa adolescent baginya.
 
"Itu masa adolescent aku. Jadinya itu jadi nama EP aku," ungkapnya.
 
Mini Album yang dibuat di bawah naungan Warner Music Indonesia ini berisi enam lagu. Lagu-lagu tersebut seluruhnya berbahasa Inggris dengan nuansa upbeat dan slow acoustic.
 
"Aku enggak punya alasan spesifik kenapa Bahasa Inggris. Aku suka lagu Bahasa Indonesia tapi aku pengin coba nulis (lagu) dalam Bahasa Inggris dan aku nyaman dan eksplor hal baru juga," tuturnya.
 
Enam lagu yang terdapat di dalam Mini Album Adolescent ialah "Baby", "Pretty Like You", "Take Me Home", "Finally Found You", "Runaway", dan "Shush".
 
Nama Rahmania sendiri mulai dikenal di panggung hiburan Indonesia lantaran mampu mengawali karier dengan sangat baik. Ia bekerja sama dengan Toby Gad, salah satu produser musik Amerika Serikat yang dikenal menangani lagu-lagu hit dunia.
 
Toby Gad menangani lagu berjudul "If I Were a Boy" dari Beyonce, "All of Me" dari John Legend, "Big Girls Don't Cry" dari Fergie. Toby juga terlibat dalam karya-karya Demi Lovato dan Selena Gomez.
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif