Dolores (AFP PHOTO Joël SAGET)
Dolores (AFP PHOTO Joël SAGET)

Ode untuk Dolores

Hiburan the cranberries
Media Indonesia • 16 Januari 2018 19:49
Jakarta: Perempuan remaja itu tengah duduk di sebuah klab malam. Tiba-tiba datang seorang pria yang mengajaknya berdansa. Terkesan dengan ketampanannya, si perempuan itu pun menerima ajakan tersebut. Bahkan, dia rela dicium sang arjuna.
 
Padahal, aku si gadis, sebelum peristiwa itu dia selalu merasa jijik membayangkan orang berciuman. Namun, sejak peristiwa di klab malam bernama Madonna itu, pandangannya mulai berubah dan selalu terbayang sang pria tadi. Dia pun berharap kejadian itu dapat terulang. Namun, keesokan harinya, ketika mereka kembali bertemu di tempat yang sama, pangeran impiannya itu cuma lewat di depannya dan mengajak perempuan lain berdansa.
 
Pengalaman pahit tapi berkesan itulah yang menginspirasi Dolores O’Riordan menulis lagu Linger. Lagu itu kelak menjadi salah satu hits yang melambungkan nama Dolores dan bandnya, The Cranberries ke kancah internasional. Pada November 1993, lagu itu menempati peringkat 4 Billboard Alternative Song Chart. Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya pada 24 Juli di tahun yang sama, singel mereka lainnya, Dreams menempati peringkat ke-15.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berada di antara tiga pria, Noel Hogan (gitar), Mike Hogan (bas) dan Fergal Lalwer (drum), Dolores menjadi yang paling menonjol di band yang terbentuk pada 1989 tersebut. Selain satu-satunya cewek, vokalnya juga khas sehingga boleh dibilang dialah ikon The Cranberries. Padahal, sesungguhnya, perempuan yang kerap berambut pendek itu mengaku seorang pemalu. "Saat remaja saya tak terlalu atraktif. Ibu bahkan melarang saya memakai make up. Ketika perempuan seusia saya bebas berpakaian, saya malah diatur dan diperintahkan bermain piano di gereja,'' tutur Dolores dalam sebuah wawancara dengan The Irish Times.
 
Harian yang berbasis di Irlandia itu menurunkan sejumlah artikel mengenai The Cranberries, dan juga Dolores menyusul wafatnya sang vokalis secara mendadak di sebuah hotel di London, pada Senin (15/1) waktu setempat. Selain U2, Dolores dan The Cranberires adalah salah satu aset dalam industri kreatif Irlandia. "Dolores O'Riordan dan The Cranberries memiliki pengaruh besar pada musik rock dan pop di Irlandia dan dunia," kata Presiden Irlandia Michael D Higgins dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Selasa (6/1).
 
"Sangat terkejut dengan kabar tentang Dolores O'Riordan, seseorang yang punya talenta luar biasa dan jiwa yang menyenangkan. Doa saya bersama keluarganya dan orang-orang terkasih," ujar musisi Inggris, Ronan Keating.
 
Hingga kini, pihak kepolisian Inggris masih menyelidiki penyebab kematian perempuan berusia 46 tahun tersebut. Sejauh ini, riwayat penyakit yang diderita Dolores hanyalah nyeri punggung dan hal itulah yang menyebabkan bandnya vakum dalam beberapa bulan terakhir.
 
Menjelang Natal lalu, pelantun tembang Zombie serta Ode to My Family itu masih mengunggah status kalau dirinya baik-baik saja. Namun, di twitter-nya yang terakhir pada 3 Januari lalu, Dolores yang mengunggah foto dirinya sembari menggendong kucing , mencuit..Bye--bye Gio, we're off to Ireland (selamat tinggal Gio, kami akan pergi ke Irlandia)." Entah, apa maksudnya. Yang pasti, dia kini betul-betul pulang ke kampung halamannya meninggalkan nama yang akan akan terus dikenang. (Adiyanto)
 
Sumber : Media Indonesia
 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif