Olivia Rodrigo (Foto: Instagram/oliviarodrigo)
Olivia Rodrigo (Foto: Instagram/oliviarodrigo)

Olivia Rodrigo Ogah Bikin Lagu Pakai AI: Pilihan Judulnya Jelek Semua

Rafi Alvirtyantoro • 08 Oktober 2026 10:36
Ringkasnya gini..
  • Olivia Rodrigo menegaskan menolak keras penggunaan kecerdasan buatan atau AI dalam karya musiknya sepanjang karier.
  • Pelantun lagu deja vu ini sempat iseng mencoba ChatGPT untuk mencari judul lagu, namun kecewa karena hasilnya buruk.
  • Album ketiga Olivia Rodrigo mengeksplorasi dinamika putus cinta yang diracik ulang secara manual bersama produser Dan Nigro.
Jakarta: Penyanyi Olivia Rodrigo menegaskan bahwa karya musiknya tidak akan dibuat menggunakan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Ia menyatakan tidak akan pernah memanfaatkan AI untuk menciptakan karya musik sepanjang kariernya.

“Saya tidak akan pernah menggunakan AI dalam musik saya,” kata Olivia Rodrigo, dikutip dari The Hollywood Reporter, Rabu, 7 Oktober 2026.

Ia menegaskan kembali bahwa AI tidak akan pernah memiliki peran dalam perjalanan kariernya di industri musik.

“Sama sekali tidak. Itu harga mati," tegasnya.
 

Pengalaman Mencoba ChatGPT untuk Judul Lagu


Meski begitu, pelantun lagu "deja vu" ini ternyata pernah mencoba AI. Saat itu, ia meminta ide judul untuk salah satu lagunya.

"Momen yang paling mendekati penggunaan AI cuma waktu saya dan (produser) Dan (Nigro) pernah iseng, ‘Duh, penasaran deh, ChatGPT punya ide apa ya buat judul lagu Olivia Rodrigo?’," ungkap Olivia.

Namun, jawaban yang diberikan AI tidak sesuai dengan harapannya.

"Dan ternyata, pilihannya jelek semua," ujar Olivia.
   

Proses Kreatif Album Ketiga


Olivia Rodrigo baru saja merilis album ketiga bertajuk you seem pretty sad for a girl so in love pada 12 Juni 2026. Album ini memuat 13 trek, termasuk "drop dead," "The Cure," dan "stupid song."

Album tersebut mengeksplorasi dinamika hubungan asmara pertamanya saat beranjak dewasa, mulai dari fase mendebarkan, kebahagiaan dan kehangatan, hingga pengalaman pahit kembali ke dunia kencan.

Awalnya, Olivia berniat menulis lagu-lagu cinta konvensional. Namun, setelah mengalami putus cinta, konsep album tersebut berubah menjadi lebih kelam. Dalam sisa waktu beberapa bulan sebelum tenggat, ia dan Dan Nigro merombak materi lama serta menyuntikkan nuansa kepedihan untuk menggambarkan dinamika hubungan yang realistis.

Ia menyadari bahwa menjadi penulis lagu profesional tidak sekadar menulis tanpa henti, tetapi juga tahu cara merombak dan mengubah sudut pandang cerita sesuai realita yang dialami.

“Perubahan itu jadi tantangan yang menyenangkan. Waktu masih muda, kita hanya tahu menulis terus-menerus. Proses menyunting dan mematangkan lagu adalah keterampilan baru yang harus saya pelajari seiring proses mendewasa sebagai seorang musisi profesional,” jelas Olivia Rodrigo.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA