Hal tersebut dilakukan Cella saat menggarap single terbaru Kotak, “YOLO (You Only Live Once)”, yang menjadi penanda perjalanan baru mereka sebagai band independen.
“Aku lagi rekaman nggak pernah mau dengerin siapapun. Takut jadinya sepintas orang bilang kayak, ‘Duh, mungkin itu perpustakaan karena aku denger ini itu dulunya gitu,’ ada Van Halen, ada ini, ya, karena mungkin perpustakaannya itu jadi pure aja. Aku jamming aja keluarnya seperti itu gitu,” ungkap Cella saat ditemui Medcom.id di Bajawa Kemang, Jakarta Selatan.
Menurut Cella, kebiasaan tersebut dilakukan agar musik yang sedang dikerjakannya tidak terlalu terpengaruh oleh karya lain. Ia memilih mengosongkan referensi ketika proses penggarapan berlangsung, meski tetap mengikuti perkembangan musik sebagai bagian dari pengetahuannya.
“Belakangan lagi dengerin band Indonesia kayak Ali dan SCALLER. Tapi kalau untuk pas penggarapan aku nggak mau dengerin siapa-siapa, takut hampir sama kayak gitu. Mendingan putih jadi pure aja gitu. Ini aja berusaha natural walaupun sebenarnya ya referensinya banyak banget, semua tak dengerin,” kata Cella.
Eksplorasi Baru Musik Kotak
Cella juga menjelaskan bahwa eksplorasi menjadi salah satu hal penting dalam proses kreatif Kotak. Ia berusaha menghindari penggunaan formula musik yang pernah diterapkan sebelumnya dan selalu mencari elemen baru dalam setiap karya.“Kalau musik eksplorasi sendiri, tentunya saya selalu melakukan komposisi musik yang terbaru buat Kotak. Itu tidak melakukan formula yang sudah saya lakukan yang sudah-sudah, pasti ada kebaruan. Entah dari warna sound gitarnya, sound synthesizer-nya aku selalu update, selalu update. Makanya, apa sekarang musik yang lagi tren pasti saya denger. Semuanya saya dengarkan karena buat saya itu perpustakaan buat aku ketika aku meramu sebuah musik,” tuturnya.
Dalam “YOLO”, Cella mengatakan Kotak juga berusaha kembali menggali akar musik mereka. Namun, eksplorasi tersebut tidak dilakukan dengan sekadar mengulang karakter musik yang pernah mereka hadirkan pada era sebelumnya.
Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah memberikan ruang lebih besar bagi permainan bass Chua. Menurut Cella, keputusan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan warna baru sekaligus memperkuat karakter masing-masing personel.
“Jadi saya pengen yang single ini eksplorasinya lebih ke banyak synth-synth yang terkini, terus gitarnya update. Yang tadinya cuma di belakang, saya taruh di depan. Biar dia (Chua) di depan jadi garda baru. Intro nggak harus gitar, bass juga bisa jadi headliner di depan, layaknya memimpin sebuah upacara atau peperangan, ibaratnya begitu lah. Dan akhirnya vibe itu aku dapet di lagu ini,” tutup Cella.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda