(G)I-DLE I NEVER DIE (Sumber: Instagram @i_dle_official)
(G)I-DLE I NEVER DIE (Sumber: Instagram @i_dle_official)

5 Lagu (G)I-DLE Terbaik tentang Perempuan

Elang Riki Yanuar • 10 September 2026 11:56
Ringkasnya gini..
  • Artikel ini merangkum lima rekomendasi lagu karya grup (G)I-DLE yang mengusung tema pemberdayaan serta citra perempuan modern.
  • Setiap lagu, seperti Nxde hingga Super Lady, menyajikan kritik sosial terhadap standar gender serta ajakan untuk membangun kepercayaan diri.
  • Karya-karya ini menjadi representasi musik pop yang tidak hanya menghibur tetapi juga sarat akan pesan independensi yang kuat.

Jakarta: Dalam industri K-Pop kontemporer, (G)I-DLE dikenal sebagai salah satu grup yang konsisten mengusung narasi independensi dan keberanian perempuan. Melalui kepemimpinan Jeon Soyeon yang terlibat langsung dalam penulisan lagu dan konseptualisasi, musik mereka kerap menjadi ruang untuk mempertanyakan norma sosial, mendobrak stereotip gender, serta merayakan kebebasan menjadi diri sendiri.

Bagi yang ingin mendengarkan karya musik dengan pesan women empowerment yang kuat dan tegas, berikut adalah lima rekomendasi lagu (G)I-DLE pilihan yang mengusung tema perempuan secara mendalam.

1. Nxde (2022)

Lewat lagu Nxde, (G)I-DLE menyajikan kritik sosial yang tajam terhadap prasangka publik dan objektifikasi tubuh perempuan. Kata nude dalam lagu ini tidak dimaknai sebagai ketelanjangan secara fisik, melainkan keberanian untuk memperlihatkan diri yang paling asli dan jujur tanpa topeng. Mengambil inspirasi dari estetika cabaret dan sosok ikonik Marilyn Monroe, lagu ini menegaskan bahwa pikiran kotor penontonlah yang membuat konsep tersebut menjadi tabu, bukan sang perempuan itu sendiri.

Daya tarik utama lagu ini terletak pada keberanian liriknya dalam memutarbalikkan pandangan patriarkis. Musiknya yang mengadopsi aransemen bernuansa klasik berpadu dengan ritme yang dinamis, menciptakan sebuah anthem independensi yang elegan sekaligus menantang.

(Sumber: Youtube @i-dle)

2. Tomboy (2022)

Melalui Tomboy, (G)I-DLE menunjukkan penolakan terhadap standar "gadis baik-baik" yang sering dibebankan oleh masyarakat maupun pasangan. Lagu bergenre pop-punk dan rock ini menyampaikan pesan tegas bahwa seorang perempuan tidak perlu mengubah kepribadiannya menjadi anggun atau penurut hanya demi menyenangkan orang lain. Jika menjadi diri sendiri dianggap tidak sesuai dengan definisi perempuan ideal, maka mereka lebih memilih untuk menjadi sosok yang tak terikat standar tersebut.

Lagu ini hadir dengan energi yang meledak-ledak dan lirik yang ceplos-ceplos. Sikap percaya diri yang ditunjukkan para anggota menjadikan Tomboy sebagai representasi dari kebebasan berekspresi tanpa rasa takut akan penghakiman sosial.

(Sumber: Youtube @i-dle)

3. Super Lady (2024)

Super Lady merupakan lagu yang didedikasikan untuk merayakan kekuatan, keberanian, dan karisma perempuan di seluruh dunia. Lagu ini menggambarkan sosok perempuan sebagai pemimpin yang tidak gentar menghadapi rintangan, mampu berdiri di atas kakinya sendiri, dan saling mendukung satu sama lain. Melalui ketukan perkusi yang mantap dan vokal bertempo tinggi, (G)I-DLE mengajak setiap perempuan untuk menyadari potensi besar dalam diri mereka.

Nuansa musik yang megapolitik dan dinamis membuat lagu ini terasa bagaikan sebuah mars kemenangan. Super Lady menjadi lambang apresiasi terhadap ketangguhan perempuan dalam menaklukkan berbagai tantangan tanpa perlu meragukan kemampuan diri.

(Sumber: Youtube @i-dle)

4. Queencard (2023)

Lagu Queencard mengemas isu kepercayaan diri dan citra tubuh (body image) lewat nada yang ceria serta gaya yang terkesan santai. Meskipun terkesan penuh canda dan bernuansa retro-pop, lagu ini sebenarnya menyampaikan pesan mendalam bahwa kriteria menjadi sosok yang memikat tidak ditentukan oleh penampilan fisik yang sempurna atau persetujuan orang lain. Seseorang menjadi berharga ketika ia mampu mencintai dan menerima dirinya sendiri secara utuh.

Melalui narasi yang menyenangkan, (G)I-DLE berhasil menyampaikan pesan penerimaan diri tanpa kesan menggurui. Queencard membuktikan bahwa rasa percaya diri murni berasal dari dalam pikiran, bukan dari penilaian luar.


(Sumber: Youtube @i-dle)

5. Wife (2024)

Hadir dengan sindiran yang halus namun tajam, Wife mengeksplorasi ekspektasi tradisional terhadap peran perempuan dalam ranah domestik. Lagu ini mempertanyakan konstruksi sosial yang sering kali mereduksi nilai seorang perempuan hanya sebatas kepatuhan di dalam rumah tangga. Lewat permainan kata yang cerdas dan aransemen yang minimalis, (G)I-DLE menegaskan bahwa perempuan memiliki hak penuh atas keputusan hidup dan identitasnya sendiri.

Penyampaian liriknya yang berulang dan metaforis memberikan daya pikat tersendiri bagi pendengar yang ingin mencermati makna di balik lagu ini. Wife menjadi salah satu bentuk eksperimen musikal yang secara berani mengangkat isu peran gender dalam kemasan pop kontemporer.

(Sumber: Youtube @i-dle)

 

Rangkaian lagu di atas memperlihatkan bagaimana (G)I-DLE memanfaatkan musik pop sebagai sarana menyuarakan pemikiran tentang perempuan modern. Baik melalui sindiran yang tajam maupun pesan ajakan untuk mencintai diri sendiri, karya-karya ini menyajikan ruang apresiasi terhadap identitas perempuan yang beragam, mandiri, dan berani.



(Dinda Intan Ramadhani)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA