Coachella bukan sekadar festival musik. Ia adalah simbol bagaimana budaya bisa dibentuk, dijual, dan berkembang menjadi industri bernilai miliaran dolar.
Awal mula Coachella
Merangkum laman Mitu, Kamis, 23 April 2026, tak banyak yang tahu, Coachella lahir dari konflik industri musik. Festival ini berakar dari aksi band Pearl Jam yang menolak bekerja sama dengan Ticketmaster pada 1993.Konser mereka di Empire Polo Club menjadi titik awal yang membuktikan bahwa lokasi tersebut mampu menampung penonton dalam jumlah besar. Dari situlah ide festival Coachella mulai berkembang.
Ironisnya, festival yang kini sangat komersial justru lahir dari semangat perlawanan terhadap sistem industri musik.
| Baca juga: Promotor Coachella Didenda Rp1 Miliar karena Justin Bieber Lakukan Ini |
Nama Coachella ternyata berasal dari kesalahan
Fakta menarik lainnya, nama “Coachella” bukanlah hasil perencanaan matang. Nama tersebut muncul dari kesalahan penulisan dan akhirnya digunakan hingga sekarang.Meski identik dengan festival musik, Coachella sebenarnya berlangsung di Indio, bagian dari Lembah Coachella yang dikenal juga sebagai wilayah pertanian.
Di balik kemewahan festival, kawasan ini memiliki sejarah panjang tentang pekerja migran dan industri pertanian.
Festival pertama sukses secara reputasi, namun gagal secara finansial
Coachella pertama digelar pada 9-10 Oktober 1999 dengan lineup besar seperti Beck, Tool, dan Rage Against the Machine.Meski mendapat pujian, festival ini justru mengalami kerugian sekitar USD850.000. Bahkan, penyelenggara hampir bangkrut.
Faktor utama kegagalan ini adalah waktu pelaksanaan yang terlalu dekat dengan tragedi Woodstock ’99, yang membuat publik skeptis terhadap festival musik.
Transformasi jadi festival raksasa dunia
Setelah sempat vakum, Coachella perlahan bangkit. Festival ini terus berkembang hingga akhirnya menjadi salah satu acara musik terbesar di dunia.Pada 2017, Coachella mencatat pendapatan lebih dari USD100 juta dan menarik ratusan ribu pengunjung. Tiket yang dulu hanya USD50 kini melonjak drastis.
Festival ini juga berkembang menjadi ekosistem besar yang mencakup sponsor, fashion, live streaming, hingga budaya media sosial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News