Andien kenang Therry Mully dari band Jingga (Foto: Instagram)
Andien kenang Therry Mully dari band Jingga (Foto: Instagram)

Musisi Therry Mully Meninggal, Andien Kehilangan Idola Masa Kecil

Basuki Rachmat • 10 Juni 2026 17:05
Ringkasnya gini..
  • Andien mengenang Therry Mully sebagai sosok jenius yang menginspirasi perjalanan musiknya sejak kecil usai kabar wafat sang musisi.
  • Kepergian Therry Mully, personel duo Jingga, memicu gelombang duka. Andien mengaku masih sering menyanyikan lagu-lagu ciptaannya.
  • Andien mengungkap nama putranya, Jingga, terinspirasi grup musik Therry Mully dan Fe Utomo yang membekas dalam hidupnya.
Jakarta: Kabar duka menyelimuti industri musik Tanah Air. Musisi sekaligus komposer Therry Mully, yang dikenal sebagai separuh dari duo musik legendaris era 1990-an, Jingga, meninggal dunia pada Senin, 8 Juni 2026.
 
Kepergian Therry meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan sesama musisi, hingga para penikmat musik yang tumbuh bersama karya-karya Jingga. Bersama Fe Utomo, Therry dikenal melahirkan sejumlah lagu yang membekas di hati pendengarnya dan menjadi bagian penting dari perjalanan musik Indonesia.
 
Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari penyanyi Andien yang mengenang sosok Therry Mully melalui unggahan utas panjang di akun Threads pribadinya pada Selasa, 9 Juni 2026.

Dalam unggahannya, pelantun hit "Gemintang" itu mengaku sangat kehilangan. Bagi Andien, karya-karya Jingga telah menjadi bagian dari masa kecilnya dan turut membentuk kecintaannya terhadap musik.
 
“Turut berduka cita atas berpulangnya Mas Therry (grup musik Jingga), he was forever a genius. Aku pernah membawakan lagu ‘Tentang Aku’ di album Kinanti (2002) yang diproduseri Mas Indra Lesmana dan Aksan Sjuman. Aku cinta sekali lagu itu. Namun sesungguhnya itu bukan pertemuan pertamaku dengan karya Mas Therry,” tulis Andien di Threads.
 
Andien kemudian bernostalgia tentang momen pertama kali bertemu dengan Therry Mully dan Fe Utomo saat dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar.
 
Kala itu, kedua orang tuanya sempat memiliki sebuah restoran di kawasan kota Depok dan mengundang Jingga untuk tampil sebagai pengisi acara.
 
“Dulu, ketika aku masih SD, orangtuaku sempat membuka sebuah restoran di Depok, namanya Diego’s Fried Chicken. Pada suatu hari orangtuaku mengundang Jingga sebagai bintang tamunya," ujar Andien bernostalgia.
 
"Itu pertama kali aku bertemu dengan Mbak Fe dan Mas Therry. Mbak Fe nyanyi, Mas Therry main keyboard. Aku suka gaya mereka. Aku terpesona, dan sejak saat itu aku officially merupakan fans mereka,” lanjutnya.
Kecintaan Andien terhadap Jingga rupanya bukan sekadar kekaguman biasa. Ia mengaku hafal hampir seluruh lagu dalam album grup tersebut dan masih sering menyenandungkannya hingga sekarang.
 
“Aku rasa nggak berlebihan ketika aku menyatakan diri sebagai fans mereka, karena aku literally hafal satu album Jingga. ‘Tentang Aku’ hanya salah satunya. Lagu-lagu lain yang aku suka adalah ‘Terakhir’, ‘How We Should’, ‘Dan Hijau’, ‘Aku Dalam Manusia’, semuanya,” tutur Andien.
 
Andien pun menuturkan bahwa hingga saat ini dirinya masih kerap bersenandung melantukan lagu bertajuk "Terakhir" dari Jingga.
 
“Bahkan lagu 'Terakhir' itu lagu yang paling sering aku senandungkan kalau lagi bengong. Kayaknya bagian parirapaparirap lagu itu sudah tertanam dengan baik di alam bawah sadarku,” sambungnya.
 
Menariknya, Andien juga mengungkapkan bahwa putra pertamanya, ia berikan nama Jingga. 
 
"Dan mungkin bukan kebetulan juga Jingga menjadi nama anakku, karena Jingga adalah bagian dari perjalananku,” ungkap Andien.
 
Di akhir unggahannya, Andien menyampaikan salam perpisahan untuk musisi yang telah banyak menginspirasi dirinya sejak kecil tersebut.
 
“Rest in Peace, Mas Therry. Karya-karya Jingga akan selalu kami kenang,” tutup Andien.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA