70sOC (Foto: dok. 70sOC)
70sOC (Foto: dok. 70sOC)

70s Orgasm Club Berganti Nama Menjadi 70sOC dan Rilis Materi Baru

Agustinus Shindu Alpito • 17 Januari 2017 15:35
medcom.id, Jakarta: Nama 70s Orgasm Club tidak asing lagi di kalangan penggemar musik independen. Pada awal tahun ini, grup yang digagas oleh Anto Arief itu berganti nama menjadi 70sOC (dibaca: seventis o see). Perubahan nama itu diikuti dengan formasi baru, yaitu Galan Yurdian (bassist), Gantira Sena (drummer), dan Anto Arief (vokalis, gitaris).
 
70sOC merilis singel baru berjudul Nongkrong 70. Melibatkan pula gitaris eksperimental Tesla Manaf sebagai produser. Nongkrong 70 menjadi singel pembuka menuju perilisan album perdana 70sOC yang akan datang. Rencananya, album debut itu diberi judul Electric Love.
 
Nongkrong 70 dipilih sebagai singel pertama karena menggambarkan perkembangan musikalitas 70sOC. Mengusung blues rock, trio ini juga menambah nuansa funk yang kental.

“Nongkrong 70 adalah lagu rock dengan sentuhan funk 70-an. Lagu ini mencoba menangkap tren dan gaya hidup di kalangan subkultur anak muda yang menggilai gaya hidup era keemasan musik, yaitu dekade 70-an. Artwork singel ini dikerjakan oleh seniman bergaya retro-futuristik, Nurrachmat ‘Ito’ Widyasena, yang juga menggarap artwork untuk album penuh 70sOC, Electric Love, sedangkan video lirik dibuat oleh Sandy Adriadi,” tukas 70sOC dalam keterangan pers yang diterima Metrotvnews.com.
 
Anto dalam proyek musik 70sOC mencoba fokus dalam penulisan lirik Bahasa Indonesia. Menurutnya, hal itu tantangan yang tidak mudah, menulis lagu bernuansa funk dengan lirik bahasa Indonesia.
 
Meski demikian, bukan berarti kita tidak memiliki sejarah musik yang bernuansa funk dengan Bahasa Indonesia. Gito Rollies, Deddy Stanzah, dan Benyamin Sueb pernah melakukan hal itu.
 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA