Tuantigabelas (Foto: Medcom.id)
Tuantigabelas (Foto: Medcom.id)

Tuantigabelas Kagum dengan Kualitas Rapper Papua

Agustinus Shindu Alpito • 30 Januari 2026 15:56
Ringkasnya gini..
  • Menurutnya, kemampuan teknis, energi panggung, hingga kesungguhan para rapper di Papua justru melampaui ekspektasinya terhadap skena hip-hop daerah.
  • Ia menilai kekuatan rapper Papua tidak hanya terletak pada rima atau teknik semata, melainkan pada keseluruhan paket yang mereka tampilkan.
  • Tuantigabelas berharap keberhasilan musisi Papua dan wilayah timur Indonesia dapat mengubah cara pandang industri dan publik terhadap musik daerah.
Jakarta: Rapper dan musisi hip-hop Tuantigabelas mengungkapkan kekagumannya terhadap kualitas rapper Papua yang ia temui langsung dalam berbagai perjalanan dan kegiatan musik. Menurutnya, kemampuan teknis, energi panggung, hingga kesungguhan para rapper di Papua justru melampaui ekspektasinya terhadap skena hip-hop daerah.
 
Pengalaman itu ia rasakan saat menjadi juri lomba rap di Jayapura. Perbandingan dengan skena ibu kota membuatnya tersadar bahwa kualitas tidak selalu berbanding lurus dengan pusat industri.
 
“Gue pernah jadi juri lomba rap di Jakarta. Tapi begitu gue jadi juri lomba rap di Jayapura, jauh man levelnya. Jauh,” ujar Tuantigabelas dalam wawancara siniar Shindu's Scoop.
 
Ia menilai kekuatan rapper Papua tidak hanya terletak pada rima atau teknik semata, melainkan pada keseluruhan paket yang mereka tampilkan. Mulai dari energi, niat, hingga kejujuran ekspresi.

The whole package man, energinya. Lo bisa tau orang nyanyi setengah hati atau enggak. Dan gue nggak ngeliat itu di mereka,” katanya.
 
Menurut Tuantigabelas, para rapper Papua tampil dengan kesadaran penuh atas apa yang mereka bawakan, meski dengan fasilitas dan dukungan yang jauh lebih terbatas dibandingkan musisi di kota besar.
 
“Dengan konsep seadanya, mereka bawa boombox kecil, tapi niatnya nyampe dan eksekusinya bener,” ucapnya.
 
Ia melihat bahwa persoalan utama bukan pada kualitas, melainkan pada ekosistem industri yang belum sepenuhnya hadir untuk menopang potensi tersebut. Minimnya akses, panggung, dan distribusi menjadi penghambat utama agar rapper Papua bisa menembus pasar yang lebih luas.
 
“Kalau dari segala aspek yang dibutuhkan musisi buat jalan, mereka sudah punya semua. Tinggal ekosistemnya aja yang nggak ada,” kata Tuantigabelas.
 
Dalam konteks ini, ia menilai ledakan popularitas hip-hop dari Indonesia Timur belakangan bukanlah fenomena instan. Menurutnya, itu adalah buah dari konsistensi panjang para musisi daerah yang terus berkarya meski berada jauh dari pusat industri.
 
“Ini bukti bahwa buat make it, ternyata nggak harus di Pulau Jawa,” ujarnya.
 
Tuantigabelas berharap keberhasilan musisi Papua dan wilayah timur Indonesia dapat mengubah cara pandang industri dan publik terhadap musik daerah. Ia optimistis, dengan konsistensi dan dukungan ekosistem yang tepat, Papua dan daerah lain bisa membangun kemandirian industri tanpa harus bergantung pada Jakarta.
 
“Mudah-mudahan teman-teman di pulau lain ngeliat ini sebagai kesempatan. Mereka bisa mandiri secara ekosistem,” tutupnya.
 
Simak wawancara eksklusif Tuantigabelas tentang hip-hop Indonesia hari ini di bawah ini:
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan