"Kira-kira itu tanggal 13 Oktober lalu, ada salah satu fans dari Malaysia. Dia mention saya di Instagram. Saya lihat, cek, ada video berdurasi pendek yang memakai lagu saya oleh brand terkenal itu. Itu pendek durasinya, cuma dari sana terkejut juga kok bisa masuk ke sana," kata Gus Teja saat dihubungi Medcom ID via sambungan telepon, Sabtu, 19 Oktober 2019.
Gus Teja yang bergerak di balik band tradisional Bali Gus Teja World Music telah melakukan upaya dengan mengunggah hak kepemilikan karya melalui Instagram dan Facebook Fan Page Gus Teja World Music dengan menyebut akun brand Louis Vuitton. Namun, hingga kini belum ada respons.
Dalam unggahan itu, Gus Teja mengunggah potongan video Louis Vuitton berisikan karyanya yang digunakan tanpa izin serta surat pendataran ciptaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Undang Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta yaitu Undang-Undang tentang perlindungan ciptaan di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra.
Upaya melakukan komunikasi melalui Instagram dan Facebook kurang berhasil. Gus Teja melalui manajernya sempat berupaya menghubungi kantor Louis Vuitton di Singapura tetapi belum mendapat respons.
"Kemarin kita coba telepon brand itu yang di Singapura, itu yang telepon kebetulan manajer saya juga. Ada yang menelepon minta kejelasan, belum ada jawaban pasti sampai sekarang," kata Gus Teja.
Perasaan campur aduk telah diutarakan Gus Teja melalui Instagram dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Gus Teja senang ketika tahu karyanya digunakan oleh brand terkenal, tapi di saat yang sama dia kecewa karena tidak ada pihak Louis Vuitton yang menghubunginya.
"Saya sebenarnya antara senang dan kecewa. Siapa sih musisi di dunia ini yang enggak bangga?! Enggak senang?! Musiknya dipakai oleh brand terkenal dunia seperti itu, termasuk saya. Saya juga merasa senang, tapi satu sisi saya juga merasa kecewa karena mereka enggak ada minta izin ke saya, enggak ada cantumin judul lagu, dan juga nama saya. Itu yang membuat saya kecewa juga sama mereka," cerita Gus Teja.
Gus Teja masih menunggu itikad baik dari pihak Louis Vuitton untuk mengklarifikasi penggunaan karya Gus Teja. Dia belum berniat menempuh jalur hukum. Gus Teja hanya menginginkan keterbukaan dari pihak Louis Vuitton.
"Jangankan lawyer, orang nyebut lawyer saya hanya punya teman-teman musisi, keluarga. Pasti beda sama mereka karena mereka brand terkenal. Kita belum berpikir menempuh jalur hukum, saya masih terbuka untuk kesadaran mereka biar bisa menghubungi saya dan mengklarifikasi itu semua," kata Gus Teja.
Lagu Hero adalah hit singel dari album kedua Gus Teja, Flute for Love rilisan 2011. Hero bercerita tentang orang-orang yang menjadi pahlawan melalui pekerjaannya. Menurut Gus Teja, semua orang adalah pahlawan asalkan berkarya untuk bermanfaat bagi orang lain. Gus Teja melanjutkan, Hero sudah familiar di telinga masyarakat Bali.
"Itu lagunya sudah lama 2011 tapi sudah delapan tahun. Kalau di Bali lagunya sudah familiar sekali karena di Bali saya bilang hampir semua restoran, hotel, spa, mereka familiar sekali di sini lagunya," terangnya.
Sembari menunggu klarifikasi dari Louis Vuitton, Gus Teja berharap tidak ada lagi kasus serupa terjadi terhadap para seniman dan lebih menghormati karya. Sebab, mereka tak hanya mengorbankan pemikiran dan tenaga, tapi juga uang.
"Biar kasus-kasus seperti ini tidak terulang kembali. Kita mengharap kesadaran semua orang untuk memulai respect terhadap hak cipta karya orang lain," ungkas Gus Teja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News