Aviwkila (Foto: instagram)
Aviwkila (Foto: instagram)

Aviwkila Bicara Stigma Terhadap Musisi Cover

Elang Riki Yanuar • 05 Agustus 2022 21:17
Jakarta: Grup musik Aviwkila tak memungkiri masih ada stigma kurang baik terhadap musisi cover. Mereka kerap dipandang sebelah mata karena tidak memiliki lagu sendiri.
 
Sebagai grup yang mengawali karier sebagai musisi cover, Aviwkila mengakui banyak pro kontra yang muncul terkait karya-karya musisi cover. Aviwkila mengawali karier sebagai musisi cover sejak 2016.
 
Grup musik yang digawangi oleh Uki dan Ajeng ini mengawali kariernya ssebagai musisi cover di platform Instagram dengan rutin mengunggah konten cover 15 detik. Mereka konsisten berkarier hingga saat ini dan sudah merilis lagu sendiri hasil ciptaan mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pernah mengalami dua situasi sebagai penyanyi cover dan pencipta lagu, Aviwkila memiliki pandangannya sendiri terkait dengan stigma lagu cover dan original.
 
"Sebenarnya kalau pencipta lagu dan musisi cover sama-sama memahami tentang legalitas konten maupun hak-hak lainnya, harusnya kita semua bisa membangun ekosistem musik yang lebih suportif kok," kata Uki dan Ajeng dalam acara Cakap-Cakap yang diinisiasi oleh tim Cover Clearance by Sosialoka.
 
Hal serupa disampaikan Mario G. Klau yang dikenal sebagai penyanyi jebolan ajang pencarian bakat dan penulis lagu. Mario sebelumnya sukses menciptakan lagu seperti "Tak Ingin Usai" yang dipopulerkan oleh Keisya Levronka dan juga "Pesan Terakkhir" yang dipopulerkan oleh Lyodra Ginting.
 
“Sebagai pencipta lagu dan juga musisi cover, aku senang saat musisi juga mendukung karya yang kami produksi di platform maupun media sosial. Kita bisa saling support juga lewat situ," ujar Mario.
 
Sementara itu, Cover Clearance by Sosialoka adalah platform yang diinisiasi oleh Sosialoka Indonesia dengan semangat untuk menciptakan ekosistem bagi para Produser Musik Cover dan Label untuk hidup dalam ekosistem industri yang kreatif dan suportif.
 
"Cover Clearance sendiri memiliki misi besar untuk membuat setiap pihak yang terlibat baik dari sisi Pencipta Lagu, Label maupun Musisi Cover sama-sama mendapatkan keuntungan optimal dari setiap karya," kata Miftah Faridh Oktofani, CEO Sosialoka Indonesia.
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif