Medcom.id mendapat kesempatan emas berbincang dengan salah satu personel band, Hari Pochang mengenai perjalanan karier band dan sejarah lagu mereka, "Malaria" yang ditulis bersama dengan mendiang Harry Roesli.
Mengenai lirik lagu "Malaria", Hari Pochang menuturkan bahwa penikmat lagunya dapat menafsirkan makna sesuai interpretasi diri mereka sendiri.
"Itu bisa dihubungin sama apa aja, tapi saya agak curiga aja waktu itu kayaknya Harry sedang jatuh cinta," kata Hari Pochang di acara Shindu's Scoop.
Uniknya, lagu "Malaria" terlahir di rumah Hari Pochang, lebih tepatnya yaitu di dalam ruang kamarnya.
"Lagu itu tuh dibikin di rumah saya, di kamar. 'Saya ada lagu baru nih', kata Harry, tolong temenin," ungkapnya.
Saat membaca lirik yang ditulis oleh rekannya itu, Hari Pochang sempat ingin tertawa, namun setelah melihat ekspresi dari Harry Roesli, dirinya mengerti bahwa lagu ini berarti penting.
"Wah, ini udah aneh. Saya pengen ketawa, tapi dia serius, jadi ini lagu serius," tutur Hari Pochang.
Terkait liriknya, Hari Pochang kembali menegaskan bahwa banyak makna dan interpretasi yang dapat dibentuk oleh pendengar lagu itu, karena makna-makna dalam karya mereka bersifat implisit.
"Ada orang yang interpretasiin bahwa itu tentang politik. Meskipun, lagu itu hampir seluruhnya tentang situasi dan kondisi negeri kita kan, pasti kita selalu ke sana. Walaupun, dengan lirik-lirik yang agak lain, implisit. Bisa diartikan banyak," ucapnya. (Yahya Nadim Oday)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News