Adilta Ginting (Foto: Medcom/Kumara)
Adilta Ginting (Foto: Medcom/Kumara)

Usaha Euphoria Menjaga Komunitas Musik Keras di Medan

Hiburan musik metal
Kumara Anggita • 17 Juli 2019 21:18
Medan: Musik keras bukanlah musik yang mudah diterima oleh banyak orang. Karena itu, pemilik Euphoria Rockstore, Adilta Ginting ingin menjaga komunitas ini tetap eksis sekaligus mengembangkannya dengan mendirikan toko merchandise hingga meriliskan album buat mereka yang berbakat.
 
Euphoria adalah sebuah toko merchandise band musik keras yang telah berdiri sejak 2011 di Medan, Sumatra Utara. Mereka melakukan berbagai kegiatan mulai dari meriliskan album, berdiskusi, menyumbang, membuat film, edukasi, dan masih banyak lagi.
 
Dia mengungkapkan bahwa munculnya usaha ini dilatarbelakangi oleh kecintaan terhadap musik keras. Saat ini mereka dalam sebuah proyek membuat film dokumentasi tentang pergerakan musik keras di Medan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Euphoria dimulai dari 2011. Ini keinginan buat usaha baru dan bantu teman-teman komunitas musik keras. Karena di Medan belum kompak," kata Adilta di Medan, Rabu, 17 Juli 2019.
 
"Euphoria itu awalnya membuat merchandise buat band teman-teman di Medan. Untuk band metal, hardcore, dan punk," lanjutnya.
 
Hingga saat ini mereka telah meriliskan album untuk 50 band salah satunya Finger Print. Adilta berharap nantinya orang-orang semakin termotivasi untuk berkarya dalam musik keras.
 
"Jadi orang lebih termotivasi. Jangan cuma sekadar ikut-ikutan," pungkasnya.
 
Boot Euphoria akan hadir di acara Magnumotion. Acara ini juga ikut mendorong perkembangan industri kreatif lokal.
 


 

(ELG)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif